THAR: Terkait RUU Ekstradisi, Tidak Ada yang Mempercayai Keadilan di Daratan Tiongkok

  • 12 June, 2019
  • 譚雲福
THAR: Terkait RUU Ekstradisi, Tidak Ada yang Mempercayai Keadilan di Daratan Tiongkok

        (Taiwan, ROC) – Dewan Legislatif Hong Kong pada hari Rabu tanggal 12 Juni diagendakan akan memasuki langkah rapat pembacaan tahap ke dua untuk rancangan perbaikan undang-undang tersangka kaburan, namun terdapat sebanyak lebih dari 20 an organisasi masyarakat dan kelompok mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor gedung perwakilan Hong Kong di Taipei atau Hong Kong Economic, Trade and Cultural Office (HKETCO), dengan melakukan orasi menolak rapat pembacaan tahap kedua terkait RUU Ekstradisi, dan menyerukan penolakan ekstradisi, meminta instansi terkait di Hong Kong untuk dapat segera menghentikan pembahasan RUU tersebut dan mengharapkan adanya diskusi musyawarah dengan mendengar pendapat dari pihak masyarakat.

        Taiwan Association for Human Rights, Taiwan March, Human Rights Network for Tibet and Taiwan, Idemocracy Asia, Presbyterian Church, Students for a free Tibet Taiwan dan organisasi masyarakat lainnya, membantu menyuarakan penolakan RUU Ekstradisi. Sekretaris Jenderal THAR Eeling Chiu menyampaikan bahwa pemerintah Hong Kong yang tengah mengagendakan masuknya RUU Ekstradisi tersebut memiliki kekuatan hukum dalam hal perlindungan hak asasi manusia, namun tidak ada seorang pun yang mempercayai keadilan akan dapat diberlakukan di Daratan Tiongkok, atau dengan kata lain tidak adanya perlindungan HAM. Selain itu apakah usai diberlakukannya RUU Ekstradisi tersebut, bisa turut mengakibatkan lebih banyak lagi orang yang meminta suaka, pemerintah Taiwan juga berkemungkinan akan segera membentuk sebuah lembaga konsultasi dan penyelidikan terkait pengungsi politik dan perlindungannya.

        Koordinator organisasi Edunion, Lai Chung-chiang mengimbau pihak Yuan Legislatif untuk dapat segera menggelar rapat tambahan, dan mengundang Yuan Eksekutif untuk bisa memberikan laporan terkait. Pemerintah sebaiknya segera memberikan pengumuman darurat dan menghentikan beberapa peraturan yang berhubungan dengan Hong Kong, dengan segera membatasi masuknya dana besar atau orang yang berpengaruh ke Taiwan, meminta setiap negara dapat memberikan perhatian terhadap apa yang tengah terjadi di Hong Kong, memberikan batasan-batasan yang diperlukan, menghapus atau memperpanjang sistem perhitungan pajak yang mana Hong Kong tidak berada dalam garis batasan kawasan Daratan Tiongkok, memiliki kedudukan tersendiri dalam hukum atau kedudukan khusus dalam dunia internasional, dan segera menghentikan aksi penindasan sikap Daratan Tiongkok terhadap nilai demokrasi yang dimiliki oleh Hong Kong, hak asasi manusia dan juga kondisi hukum yang ada saat ini.

Komentar

Terbarumore