Promosi Kue Mangkok Beras Khas Taiwan oleh AFA

  • 12 June, 2019
  • 譚雲福
Promosi Kue Mangkok Beras Khas Taiwan oleh AFA

(Taiwan, ROC) – Ditjen Pertanian dan Pangan (AFA) yang berada di bawah naungan Dewan Pertanian (COA), dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong kuantitas konsumsi beras pasar domestik. Kepada beberapa pengusaha lokal, AFA juga aktif mempromosikan langkah pemasaran dan pemilihan beras yang diproduksi oleh Taiwan. Pada tanggal 12 Juni 2019, AFA kembali meluncurkan Kue Mangkok Beras khas Taiwan, dengan harapan dapat membawa jajanan Taiwan kian dikenal di mata dunia.

Berdasarkan data statistik dari AFA, pada tahun 1981 rata-rata konsumsi beras per individu adalah 99 kg/tahunnya. Angka ini berkurang menjadi 45,4 kg/tahun di tahun 2019. Dengan kata lain, selama 38 tahun terakhir, rata-rata konsumsi beras warga Taiwan telah berkurang 50%. AFA menganalisa faktor semakin kuatnya pengaruh budaya barat telah memberikan dampak bagi menurunnya konsumsi beras di Taiwan.

Dalam beberapa tahun terakhir, COA telah bekerja sama dengan beberapa pengusaha lokal mengupayakan ragam cara untuk meningkatkan jumlah konsumsi beras di Taiwan. Misal dengan memperkenalkan inovasi baru dalam mempercepat proses memasak makanan tradisional Taiwan. Setelah sebelumnya sempat memperkenalkan kue lobak dan kue talas, COA kembali mempromosikan kue mangkok beras khas Taiwan.

Ketua AFA Hu Jong-i mengatakan, “Namun, dikarenakan permintaan di zaman modern lebih sederhana dan menekankan proses cepat saji. Oleh karena itu, banyak jenis makanan tradisional yang semakin memudar dan hilang. Dengan kegiatan promosi ini, diharapkan dapat menyederhanakan proses dan penjualan makanan tradisional Taiwan. Membuat konsumen dapat dengan mudah, cepat, aman dan terpercaya dalam membeli produk kita. Promosi kuliner beras Taiwan tentu akan dapat bersaing sehat dengan kuliner bangsa barat.”

Melalui promosi yang terus dikerahkan oleh AFA, jumlah konsumsi beras warga Taiwan rata-rata meningkat 0.9 kg dari tahun sebelumnya. Ke depannya, AFA tentu berharap angka ini terus bertambah mencapai 50 kg.

Komentar

Terbarumore