close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

40 Ribu Orang Berkumpul Menanti Keputusan Perkawinan Sesama Gender

  • 17 May, 2019
  • 曾秀情
40 Ribu Orang Berkumpul Menanti Keputusan Perkawinan Sesama Gender
40 Ribu Orang Berkumpul Menanti Keputusan Perkawinan Sesama Gender

(Taiwan – ROC) -- Tanggal 17 Mei sudah tidak lagi menjadi “Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia”, pertarungan penetapan undang-undang perkawinan sesama gender juga berlangsung hari ini di Yuan Legislatif, "Platform Equalove " kembali mengerahkan orang-orang untuk berkumpul di luar Yuan Legislatif dengan jumlah hingga mendekati siang tadi mencapai hampir 40 ribu orang. Organisasi Masyarakat yang mendukung berkumpul di luar sementara ormas “Koalisi kebahagiaan generasi masa depan” yang kontra hari ini mengelar jumpa pers di Aula Internasional Rumah Sakit National Taiwan University dan menyiarkan langsung situasi dalam sidang menanti keputusan akhir.

Ketua "Platform Equalove” Jennifer Lu menyampaikan, hari ini bertepatan dengan “Tanggal 17 Mei Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia” Yuan Legislatif juga akan menetapkan UU perkawinan sejenis, merupakan sebuah goresan sejarah, mereka kembali lagi menyerukan agar para legislator mendukung mereka, dapat melangsungkan pernikahan dan memiliki hak yang sama dengan perkawinan pada umumnya.

Jennifer Lu mengatakan, “Kami berdiri di sini adalah demi kelangsungan hidup dari tanah ini, hari ini merupakan sebuah goresan sejarah, 17 Mei 2019 tidak lagi menjadi Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia, meminta kita semua menyerukan slogan ini, agar Yuan Legislatif terus bersemangat, kami ingin menikah, segera putuskan dan jangan sampai kalah.”

Aliansi Promosi Pasangan Taiwan hari ini (17/5) juga bersama dengan ratusan pasangan sesama jenis antar negara membentuk TTMEA, Taiwan Transnational Marriage Equality Alliance dalam jumpa pers sebelum rapat di Yuan Legislatif menyerukan himbauan agar Yuan Legislatif bersikeras mempertahankan batasan bawah sebuah “perkawinan”, dengan mengijinkan pendaftaran hukum konstitusional perkawinan sesame jenis ; terkait dengan hak pasangan sesama jenis antar negara, Aliansi Promosi Pasangan Taiwan juga mengimbau untuk mengadakan pemunggutan suara legislator sebelum memutuskan, mengijinkan perkawinan sesama jenis antar negara juga dapat seperti perkawinan heteroseksual, agar dapat memberikan jaminan bagi perkawinan tanpa membedakan jenis tetapi juga tidak membedakan negara.

Sebagai penyempurnaan versi pemerintah, Ketua Koalisi Kebahagiaan Generasi Masa Depan, Zeng Xian-ying, dalam konferensi pers mendapat kritikan, versi Yuan Eksekutif masih merupakan pelanggaran serius terhadap referendum, menginjak-injak referendum rakyat, mencabut pernikahan sesama jenis, pasal keempat perubahan pada pendaftaran perkawinan ini, sama saja setali tiga uang, sama saja, “setelah kaki kiri menginjak, ganti kaki kanan yang menginjak”. Zeng Xiang-ying juga mengingatkan, tahun lalu meloloskan referendum yang meminta bentuk lain dari perkawinan berdasarkan hukum perdata, tetapi hari ini versi Yuan Eksekutif tidak menggunakan bentuk lain, selain menggunakan perkawinan sesama jenis, ketentuan juga mnggunakan perkawinan hukum perdata, ini sama sekali tidak sesuai dengan referendum, Yuan Eksekutif bertolak belakang dengan referendum rakyat.

Zeng Xian-ying mengemukakan bahwa pemungutan suara hari ini bukan hanya untuk pemungutan suara perkawinan sesama gender, tetapi untuk interpretasi dari konstitusi atau referendum yang lebih besar. Selain itu, di jalan di Jinan, ada juga kelompok ormas yang mengajukan permintaan untuk mengimplementasikan hasil referendum tahun lalu, dan bersikeras mempertahankan pernikahan tradisional sebagai poros utama.

Komentar

Terbarumore