MOFA: Rapat Konsultasi HAM Tunjukkan Kedua Belah Pihak Menikmati Nilai-Nilai Kehidupan yang Sama

  • 15 May, 2019
  • 譚雲福
MOFA: Rapat Konsultasi HAM Tunjukkan Kedua Belah Pihak Menikmati Nilai-Nilai Kehidupan yang Sama

        (Taiwan, ROC) – Taiwan bekerja sama dengan Uni Eropa menggelar Rapat Konsultasi HAM ke-2 di Belgia. Uni Eropa sendiri juga telah memberikan pengumuman kegiatan kepada publik, memastikan Taiwan memiliki prinsip nilai-nilai kemanusiaan yang sama, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan negara hukum. Taiwan yang dinilai sangat aktif dalam melobi kesempatan untuk bekerja sama dengan pihak Uni Eropa, untuk itu pihak Uni Eropa mengimbau Taiwan untuk dapat menghentikan sementara pelaksanaan hukuman mati. Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Rabu tanggal 15 Mei menyampaikan bahwa pemerintah sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, pada bulan Maret 2018 kegiatan Rapat Konsultasi HAM ke-1 di Taipei. Presiden Tsai Ing-wen sempat menyebutkan prinsip dan nilai-nilai kemanusian yang sama dengan Uni Eropa, maka akan mampu menyambungkan Taiwan dengan Uni Eropa. Taiwan berharap kerjasama dengan Uni Eropa dapat lebih maju selangkah, turut memberikan kontribusi terhadap berbagai kasus masalah HAM dan hukum di kawasan.

        Adapun Rapat Konsultasi HAM ke 2 telah berjalan dengan sukses dan lancar, pihak MOFA menjelaskan jika kondisi rapat sangat bersahabat dan memiliki banyak informasi yang membangun. Kedua belah pihak menyetujui jika untuk tahun berikutnya, lokasi kegiataan akan digelar di Taipei, guna melanjutkan kerjasama terkait berbagai topik materi konsultasi kali ini.

        Juru Bicara MOFA Andrew H.C. Lee mengatakan, “Rapat konsultasi HAM kali ini kembali memastikan bahwa Taiwan dan Uni Eropa sama-sama berbagi nilai-nilai terkait demokrasi, hak asasi manusia dan peraturan hukum. Selain itu menyepakati untuk bersama mencari berbagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan dan bernilai. Ke dua belah pihak saling berbagi pengalaman terkait kondisi hak asasi manusia di Taiwan dan di Uni Eropa, membahas ragam topik, yang mana menunjukkan jika kedua belah pihak sama-sama menikmati nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan peraturan hukum.”

        MOFA menyebutkan jika rapat kali ini menunjukkan jika Taiwan akan memasukkan “International Bill of Human Rights” ke dalam peraturan dan undang-undang yang dilaksanakan di dalam negeri, mengusung program pelaksanaan hak asasi manusia serta membangun institusi terkait hak asasi manusia, serta menggunakan hak asasi manusia sebagai indikator guna mempertimbangkan kemajuan proses pembangunan terkait.

        Dalam laporan yang disampaikan oleh Uni Eropa dan Taiwan, masing-masing memberikan hasil perkembangan program kesetaraan gender dan hak-hak komunitas LGBTI. Dan untuk pertama kalinya melakukan pertukaran informasi terkait hak suku adat asli, berita hoax dan imbas yang harus dihadapi untuk bidang kebebasan bersuara, serta masalah tanggung jawab media sosial.

        Selain itu, Uni Eropa kembali mengimbau pemerintah dapat mengambil tindakan untuk menghentikan sementara pelaksanaan program hukuman mati. Uni Eropa juga menyayangkan sikap pemerintah yang kembali menggunakan peraturan hukuman mati, kembali menyerukan sikap dari Uni Eropa. Namun pemerintah juga memberikan alasan penggunaan kembali hukuman mati, dan bersedia menjalin hubungan kerjasama terkait isu tersebut. Pihak MOFA juga mengimbau Uni Eropa mampu menjamin hak asasi para tahanan yang ada di Uni Eropa, sekaligus membahas kasus penangkapan Lee Ming-che oleh pihak Daratan Tiongkok. Ada sebuah hal yang patut diperhatikan, kedua belah pihak saat membahas masalah komersial dan hak asasi manusia, Taiwan mengajukan jika akan mempertimbangkan pengusungan program Hak Asasi Manusia Komersial, dan Uni Eropa berjanji bersedia untuk memberikan bantuan terkait.

Komentar

Terbarumore