William Lai Melepaskan Jabatan Perdana Menteri Su Tseng-chang Ambil Alih

  • 11 January, 2019
  • 曾秀情
William Lai Melepaskan Jabatan Perdana Menteri Su Tseng-chang Ambil Alih

(Taiwan – ROC) -- William Lai tanggal 11 Januari pagi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri, pada hari yang sama pukul 11 pagi tadi Presiden Tsai Ing-wen mengelar jumpa pers mengumumkan mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang menerima jabatan ini, dalam waktu bersamaan William Lai mengundurkan diri langsung diganti dengan Su Tseng-chang.

Su Tseng-chang yang tahun ini berusia 71 tahun lahir di kota Pingtung merupakan lulusan sarjana hukum Universitas Taiwan Nasional (NTU), sempat menjabat sebagai bupati Pingtung (tahun 1989 – 1993), anggota legislative, 2 kali menjabat sebagai bupati kabupaten Taipei (sekarang adalah Kota New Taipei) dari Desember 1997 – Mei 2004, juga pernah menjadi sekretaris jenderal istana presiden (Mei 2004 – Feb 2005), perdana menteri (2006-2007) di mana pada masa itu Tsai Ing-wen sebagai wakil perdana menteri.  

Akhir tahun lalu dalam pemilu 9 in 1, Su Tseng-chang mewakili Partai Progresif Demokratik (DPP) turut dalam pemilihan walikota kota New Taipei tetapi mengalami kekalahan, setelah kegagalan dalam pemilu 9 in 1 Hsu Tseng-chang kembali menerima jabatan memimpin kabinet, akan ditempatkan pada tugas penting mengatur kabinet dan mendapat kembali kepercayaan rakyat.

Dalam kata sambutannya Presiden Tsai Ing-wen pertama-tama menyampaikan terima kasih pada William Lai yang telah menyelesaikan dan memberikan hasil penting selama ia menjabat sebagai perdana menteri, sebenarnya Tsai merasa sangat keberatan melepaskannya tetapi tetap menghormati keputusan dari William Lai, Presiden Tsai menekankan kalau William Lai masih tetap sebagai salah satu anggota dari “tim Taiwan”, di masa mendatang juga akan bersama-sama berjuang bagi Taiwan.

Kepala negara menegaskan, setelah William Lai bersikeras meletakan jabatannya, ia menanyakan kesediaan Su Tseng-chang untuk menerima jabatan ini, Tsai merasa Su Tseng-chang memiliki 3 kekuatan yaitu pengalaman, keberanian dan kepemimpinan, sangat sesuai dalam menghadapi situasi Taiwan sekarang ini.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Yang pertama adalah pengalaman. Kedua keberanian, ketiga berjiwa kepemimpinan. Pada saat ini Taiwan memerlukan seorang perdana menteri yang memiliki pengalaman, juga membutuhkan seorang perdana menteri yang berani berjiwa pemimpin untuk terus menjalankan reformasi, serta proyek pembangunan negara.

Presiden Tsia mengemukakan, ia akan satu demi satu memberikan tongkat tugas perdana menteri, mantan Perdana Menteri Lin Chuan membangun dasar, William Lai selain pelaksanaan juga telah merencanakan banyak hal untuk masa depan negara, sedangkan Su Tseng-chang yang akan mengambil alih tugas ini akan memperkokoh dan memperbesar Taiwan. Tsai berharap agar masyarakat dapat merasakan kabinet di bawah pimpinan Su. Presiden Tsai mengatakan, “Pada separuh pertama pelaksanaan pemerintahan kami sudah memperlihatkan prestasi dari reformasi, infrastruktur dan pengembangan ekonomi, untuk separuh berikutnya adalah untuk membuahkan hasil dan berbagi dengan masyarakat Taiwan. untuk itu kami menaruh harapan yang sangat besar pada perdana menteri yang baru untuk dapat melaksanakan agar masyarakat dapat merasakannya.”

Presiden mengemukakan, 2019 merupakan tahun yang penuh dengan harapan sekaligus tantangan, tim pelaksana tidak saja harus terus melaksanakan janji untuk “memperkuat Taiwan”, juga harus mendistribusikannya pada masyarakat sosial, merawat kaum rentan serta lebih banyak memperhatikan orang-orang yang terkena dampak perubahan. Setelah pemilu 9 in 1 ia sempat membicarakan dengan seksama bersama Su Tseng-chang, ia merasa Su pernah kalah, tentu ia lebih memahami apa yang membuatnya kalah dan juga tahu dari mana ia harus bangkit. Dalam upaya memperjuangkan kehidupan rakyat, menjaga demokrasi dan mempertahankan kedaulatan tentu memerlukan sosok mahir seperti Su, Presiden Tsai bersama Su Tseng-chang akan terus menerobos dan menerobos demi Taiwan.

Komentar

Terbarumore