Presiden Tsai: Bagaimana melindungi kedaulatan Taiwan adalah isu paling penting

  • 03 January, 2019
  • 陳志勇
Juru bicara kepresidenan Huang Chung-yen (黃重諺)

(Taiwan, ROC) - Bagaimana melindungi kedaulatan Taiwan, membuat dunia mengetahui keinginan dan tekad masyarakat Taiwan, adalah isu paling penting saat ini.

Demikian diungkapkan juru bicara kepresidenan Huang Chung-yen (黃重諺), mengutip respon Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) terhadap surat terbuka yang dimuat bersama oleh Penasehat kepresidenan Wu Li-pei (吳澧培), mantan penasehat kepresidenan Peng Ming-min (彭明敏), pendeta Gereja Presbiterian Kao Chun-ming (高俊明) dan mantan ketua Academia Sinica Lee Yuan-tseh (李遠哲) di surat kabar lokal pada hari Kamis, 3 Januari.

Dalam surat terbuka tersebut, keempat pejabat dan mantan pejabat pemerintah senior itu mengimbau Presiden Tsai meletakkan jabatan, menyerahkan kekuasaan eksekutif dan mundur ke garis kedua.

Huang Chung-yen mengatakan, “Presiden Tsai berpendapat, seorang presiden hendaknya berjuang demi rakyat dan bukan posisinya sendiri. Pada saat Tiongkok kembali menekan Taiwan dengan slogan ‘satu negara, dua sistem,’ bagaimana melindungi kedaulatan Taiwan, melindungi kehidupan rakyat, dan bagaimana membuat dunia mengetahui keinginan serta tekad masyarakat Taiwan, ini barulah isu paling penting saat ini, juga merupakan tanggung jawab paling penting seorang pemimpin negara yang dipilih rakyat.”

Huang mengemukakan, Presiden Tsai tidak pernah mengalah dalam hal melindungi Taiwan, maka Taiwan tidak akan menerima “konsensus 1992” dan “satu negara, dua sistem;” sementara terhadap tuntutan dari para pejabat senior tadi, Tsai berharap mereka bisa sungguh-sungguh menyelami kesulitan yang dihadapi negara.

Melalui postingan di Facebook pada Kamis pagi, Presiden Tsai juga menyatakan ia telah membaca surat terbuka dari para pejabat senior di surat kabar, tapi pada saat ini, yang lebih penting adalah bagaimana menyalurkan suara rakyat Taiwan pada dunia.

Komentar

Terbarumore