Taiwan berusaha meraih hak tuan rumah untuk menyelenggarakan Konferensi Kebebasan Agama Regional

  • 03 January, 2019
  • 陳志勇
Ketua Departemen Amerika Utara di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Vincent Yao Chin-hsiang (姚金祥) dalam acara temu pers rutin Kamis, 3 Januari.

(Taiwan, ROC) - Taiwan sedang berusaha meraih hak tuan rumah untuk menyelenggarakan Konferensi Kebebasan Agama Regional yang disponsori Amerika Serikat untuk kawasan Asia. Perundingan bersangkutan sempat digelar antara pejabat Taiwan dan Amerika dalam pertemuan tingkat menteri Konferensi Kebebasan Agama Global tahun lalu. Taiwan berharap konferensi di Asia bisa digelar di paruh tahun pertama 2019, namun keputusan terakhir masih dalam tahap pembicaraan.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Departemen Amerika Utara di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Vincent Yao Chin-hsiang (姚金祥) dalam acara temu pers rutin Kamis, 3 Januari.

Yao mengatakan, “Kami harap bisa digelar pada paruh tahun pertama, tapi tanggal yang pasti masih akan didiskusikan lebih lanjut antara pejabat bersangkutan dari Amerika Serikat dan petugas NGO dari Taiwan. Saat ini belum ada keputusan. Tatkala ada berita lebih lanjut, akan segera kami sampaikan di masa depan.”

Sementara itu, perihal peringatan 40 tahun berlakunya Undang-undang Hubungan Taiwan sebagai regulasi hukum yang ditaati Amerika Serikat dalam menangani hubungan dengan Taiwan, Yao Chin-hsiang mengumumkan, atas upaya MOFA, Kementrian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), kantor perwakilan Taiwan di Chicago dan pemerintah negara bagian Minnesota, suatu perjanjian surat izin mengemudi resiprokal antara Taiwan dan Minnesota dijadwalkan ditandatangani pada hari Kamis waktu Chicago.

Dengan demikian, Minnesota akan menjadi negara bagian ke 31 di Amerika Serikat yang meneken perjanjian SIM resiprokal dengan Taiwan.

Komentar

Terbarumore