Taiwan akan mempromosikan program membangun negara dwi-bahasa sebelum 2030

  • 06 December, 2018
  • 陳志勇
Juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka melaporkan instruksi PM William Lai (賴清德) perihal program membangun negara dwi-bahasa sebelum 2030

(Taiwan, ROC) - Taiwan akan mempromosikan program membangun negara dwi-bahasa sebelum 2030 melalui kebijakan menguatkan kefasihan bahasa Inggris rakyat, memperkecil jarak perkotaan dan pedesaan melalui teknologi digital, mendorong budaya bahasa induk yang seimbang, dan membangun persyaratan menguntungkan bagi generasi muda.

Demikian isi laporan Dewan Perkembangan Nasional (NDC) berjudul “Cetakan biru perkembangan kebijakan negara dwi-bahasa 2030,” yang disampaikan dalam rapat Yuan Eksekutif, Kamis, 6 Desember.

Menurut NDC, target mempromosikan negara dwi-bahasa sebelum tahun 2030 adalah untuk selanjutnya menguatkan daya saing negara melalui ditingkatkannya kefasihan bahasa Inggris setiap warga.

Usai mendengarkan laporan, Perdana Menteri William Lai (賴清德) mengutarakan, membangun negara dwi-bahasa bukan demi ujian, melainkan menstimulir setiap orang untuk berusaha belajar bahasa Inggris, dan salah satu tenaga pendorong adalah lembaga pendidikan yang sendirinya harus mencapai status “dwi-bahasa” lebih awal.

Perdana Menteri Lai berharap setiap pegawai negeri bisa menguatkan kefasihan bahasa Inggris. Juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka mengutipnya dan mengatakan, “Selain meneruskan kebijakan yang sedang dilaksanakan, pegawai negeri juga hendaknya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya kepala dan wakil kepala pemerintah daerah, untuk menguntungkan perilisan berita kepada media massa internasional pada menit pertama di masa depan.”

Berdasarkan rencana yang diusulkan, tidak akan dialokasikan anggaran belanja pemerintah khusus untuk kebijakan negara dwi-bahasa tersebut. Bujet untuk mempromosikan program-program bersangkutan akan diambil dari dana yang sudah dianggarkan.

Komentar

Terbarumore