Gusdurian Network Indonesia Raih Penghargaan Demokrasi dan HAM Asia ke 13

  • 28 November, 2018
  • 曾秀情
Ketua Yayasan ADHRA Su Chia-chyuan

(Taiwan, ROC) -- Yayasan Demokrasi Taiwan hari ini (28/11) mengumumkan penghargaan Asia Democracy and Human Rights Award ke 13 akan diberikan pada “Gusdurian Network Indonesia”. Organisasi non pemerintah yang didirikan pada tahun 2010 mempromosikan dialog antar agama, inisiatif dan pertahanan hukum untuk membantu agama minoritas di bawah penindasan nasional, selain itu juga memperhatikan hak kaum perempuan. Anggota juri beranggapan, dalam upaya mempromosikan perdamaian dan toleransi di Indonesia, “Gusdurian Network Indonesia”membangun dialog antar komunitas agama yang mana ini merupakan hal yang sangat penting untuk negara multikomunitas.

Setelah melewati 2 tahapan penilaian dalam Asia Democracy and Human Rights Award (ADHRA) ke 13, ketua ADHRA, Su Chia-chyuan tanggal 28 November mengumumkan hasil keputusan di mana “Gusdurian Network Indonesia” yang menyuarakan kaum minoritas dan rentan serta sumbangsih yang diberikan terhadap pertukaran dan dialog perdamaian antar agama maka dianggap patut untuk mendapatkan penghargaan ini.

Su Chia-chyuan mengatakan, “Tahun ini Asia Democracy and Human Rights Award akan diberikan pada Gusdurian Network Indonesia, sebuah organisasi yang bertempatkan di Indonesia, berdiri tahun 2010 ini memiliki kekuatan mempengaruhi 300 lebih kota di Indonesia, mendapat dukungan dari kaum muda berlatar belakang berbagai agama.”
 

Su Chia-chyuan menyampaikan, Gusdurian Network Indonesia yang di bawah pimpinan Alissa Wahid melakukan dialog antar agarma, inisiatif dan pertahanan hukum dan berbagai cara lainnya untuk melawan ekstremisme dan ketidaktoleransi beragama, dan beberapa kali berperan untuk menegosiasi berbagai perseteruan dan perselisihan agama, mempromosikan dialog antar agama yang berbeda dan membina kembali rasa saling percaya antar komunitas.

  

Su Chia-chyan menegaskan, penghargaan ADHRA menjadi contoh penting bagi hak asasi manusia di benua Asia, Taiwan tengah terus berupaya untuk mengukuhkan semangat dan pembelaan HAM yang akan menyebar hingga ke pelosok dunia.
 

Su Chia-chyuan mengemukakan, tahun ini adalah tahun ke 70 “Deklarasi universal Hak Asasi Manusia”yang juga adalah “deklarasi pembela HAM” yang telah genap 20 tahun, selama masa yang panjang ini “bukan kelompokku” menjadi sikap yang menimbulkan tekanan dan sumber dari persengketaan, tidak peduli itu dalam hal agama, komunitas atau gender dan tingkatan serta lainnya, selama beberapa tahun ini kita berupaya keras untuk mendobrak tembok tinggi yang menghalangi. Ia berharap penghargaan yang diberikan tahun ini dapat mengilhami semua pembela HAM yang bekerja bagi kelompok yang tertindas, Yayasan Demokrasi Taiwan juga menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia sebagai kelompok arus utama yang harus melangkah untuk mengenali dan memperbaiki ketidakadilan dari kelompok yang kurang beruntung. Ciptakan masyarakat majemuk yang benar-benar menghormati hak asasi manusia, perdamaian, dan toleransi.

Komentar

Terbarumore