Sulit Masuk Sekolah Universitas Khusus Menjadi Satu Pilihan bagi Migran Baru

  • 09 November, 2018
  • 曾秀情
Deputi Direktor Umum, Kementerian Pendidikan, Huang Yue-li

(Taiwan, ROC) -- Guna membantu menyelesaikan masalah pendidikan yang dihadapi migran baru di Taiwan, Aliansi Urusan Migran Baru DPP berkeliling ke pelosok menyelenggarakan forum, selain mengumpulkan topik masalah terkait pendidikan bagi kaum migran baru, juga meminta instansi terkait untuk memberikan penjelasan. Badan Urusan Pendidikan Migran Baru, Yuan Eksekutif hari Jumat (9/11) memberikan laporan hasil forum pendidikan migran baru serta saran untuk kebijakan terkait.
 

Pada bagian pendidikan bagi migran baru setelah datang ke Taiwan, di mana demi meningkatkan kemampuan diri dari para migran baru sendiri, keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi mereka dapat melanjutkan pendidikan hanya dengan ijazah dari sekolah di negara asal sebelum mereka proses naturalisasi, tetapi setelah proses selesai dan mendapatkan kartu tanda penduduk Taiwan maka status mereka akan disamakan dengan pelajar Taiwan dan harus mengikuti ujian masuk, hal ini merupakan tantangan berat bagi kemampuan baca dan menulis bahasa Mandarin bagi migran baru.
 

Menghadapi fenomena ini, Menteri Pendidikan, Gao Jiao-shi menyampaikan, apabila Migran Baru merasa kesulitan dalam mengikuti jalur pendidikan resmi maka universitas-universitas dalam negeri dapat mengajukan daftar nama khusus, setiap tahunnya ada 200 lebih sekolah, hanya dengan melampirkan latar belakang, biodata khusus sebagai migran baru atau anak keturun migran baru.
 

Menteri Pendidikan, Gao Jiao-shi mengatakan, “Seperti tahun ajaran ini ada seribu orang lebih daftar nama khusus, 200 lebih sekolah yang disediakan. Pilihan khusus ini tidak melihat nilai test tetapi melihat apakah orang tersebut memiliki kekhususan latar belakang pendidikan, contohnya seperti latar belakang pendidikan migran baru atau bagian khusus lain yang dapat membantunya bagi sekolah yang dimasukinya.”
 

Deputi Direktor Umum, Kementerian Pendidikan, Huang Yue-li (黃月麗) mengemukakan, Migran baru juga dapat memilih kelas universitas terbuka, tidak ada batasan untuk masuk ke universitas ; Kementerian Pendidkan juga membuka kelas pelatihan pendidikan dasar orang dewasa yang disediakan untuk migran baru yang datang ke Taiwan untuk belajar bahasa dan beradaptasi dengan lingkungan.

Selain itu, saat ini ada sekitar 6500 migran baru yang melanjutkan pendidikan SMA, SMP dan SD, sekitar 1200 orang berada di jenjang SMP. Terkait dari respon Migran Baru yang mengemukakan bahwa kelas yang ada sangat terbatas, Huang Yue-li menyampai, Kementerian Pendidikan akan menegosiasikannya dengan kota-kota dan kabupaten, apakah bisa tetap terus melangsungkan kelas tersebut apabila kurang dari 15 orang murid.

Komentar

Terbarumore