Perhtungan Cuti Melahiran PNS Berdasarkan “Mingguan”

  • 05 April, 2014
  • Editor

Guna mengantisipasi semakin menurunnya tingkat kelahiran anak, menghimbau agar PNS menikah dan mendapatkan keturunan, departemen layanan sipil ketika di Yuan Penguji memberikan laporan kerja, merencanakan untuk memperbaiki peraturan ijin libur karyawan, setelah dilakukan pelonggaran peraturan cuti, PNS perempuan akan lebih memiliki banyak cuti fleksibel, agar dapat lebih tenang dalam membesarkan keturunannya, RUU perubahan libur cuti ini paling cepat dikeluarkan pada akhir Juli mendatang.
   Kepala Departemen Layanan Sipil, Chang Tze-chen bulan lalu dalam Yuan Penguji memberikan laporan situasi cuti tanpa gaji merawat bayi pegawai negeri yang menjadi topik pembicaraan hangat anggota dewan penguji, usulan menciptakan lingkungan kerja ramah yang dapat mendorong keinginan melahirkan keturuan dan usulan-usulan lainnya. Ketua Yuan Penguji, Guan Zhong sangat setuju dengan usulan ini, Yuan Penguji memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan tempat kerja yang ramah bagi orang tua yang bersaling dan membesarkan anaknya dan meminta departemen layanan sipil untuk turun tangan dalam hal mekanisme sistemnya serta mengajukan laporan terkait.
   Departemen Layanan Sipil mengemukakan, dari rekomendasi instansi dan usulan pegawai negeri, serta disesuaikan dengan peraturan liburan bersalin yang dibedakan berdasar gender yang direvisi Desember 2013 dan peraturan lainnya, ada 2 arahan utama dalam RUU libur cuti, yaitu “istirahat” dan “terkait dengan perawatan ibu”
   Untuk bagian “istirahat”, persyaratan administrasi liburan mengunakan perhitungan cuti setengah hari sehingga banyak pegawai yang mengalami kesulitan untuk mengalami kesulitan untuk mengambil cuti, sementara untuk pegawai negeri yang jarang mengambil cuti, tidak mengunakan cutinya, untuk itu diusulkan perhitungan cuti berdasarkan perhitungan “jam”.

Komentar

Terbarumore