close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perayaan Tahun Baru Imlek, Istilah Chinese Menjadi Lunar Menjadi Kontroversi

  • 26 January, 2023
  • 鄭蕙玲
Perayaan Tahun Baru Imlek, Istilah Chinese Menjadi Lunar Menjadi Kontroversi
Perayaan Tahun Baru Imlek, Istilah Chinese Menjadi Lunar Menjadi Kontroversi (foto:unsplash)

(Taiwan, ROC) Terjemahan untuk tahun baru penanggalan imlek dalam bahasa Inggris menjadi topik pembicaraan yang sensitif, termasuk beberapa lembaga seperti museum, taman bermain tematik dan merek busana mendapat kritikan karena yang menggunakan istilah “lunar” bukan “Chinese”.

Media BBC melaporkan, baru-baru ini museum British menggunakan istilah Korean Lunar New Year memicu kontroversi. Banyak netizen RRT beranggapan perayaan RRT dijiplak oleh Korea, menyebabkan medsos Museum British dibanjiri dengan komentar amarah dan meminta museum membuat pernyataan minta maaf.

Selain itu, taman bermain tematik Disneyland Resort pada tanggal 21 Januari lalu secara resmi memberikan ucapan selamat menuliskan “Lunar New Year” sebagai sebutan untuk perayaan tahun baru penanggalan imlek, serta mengajak wisatawan untuk bermain di Disney California Adventure Park menyambut perayaan tahun baru. Tulisan ini juga membuat netizen RRT merasa tidak puas, serta memberikan komentar agar pihak yang bersangkutan minta maaf dan mengganti tulisan ucapan menjadi Chinese New Year, berbagai komentar yang dilontarkan yang bersifat amarah dan ofensif. Termasuk juga salah satu merek busana D.Desirable, dalam Instagram memposting ucapan selamat dengan menggunakan istilah Lunar New Year, dan postingan ucapan ini juga mendapat serangan dari netizen RRT, kemudian pihaknya mengganti dengan ucapan Chinese New Year.

Dosen pengajar University of Chicago, Yang Da-li mengatakan, “kontroversi yang melibatkan kepekaan budaya dalam konteks multikultural dan transnasional, meskipun dalam suku Han adalah tahun baru penanggalan imlek, akan tetapi kawasan suku non-Han dan negara lainnya berkemungkinan memiliki budaya dan tradisi yang berbeda, semua tradisi dan budaya ini perlu ada pengakuan.”

Associated Profesor National University of Singapore Chuang Chia-ying(莊嘉穎) mengatakan, ada terlalu banyak unsur nasionalisme di dalamnya, dan mungkin dipicu oleh media sosial.

Ia beranggapan, tahun baru imlek adalah istilah yang luas, yang menggambarkan momen perayaan bukan apa yang harus dilakukan, meskipun perayaan ini berasal dari Daratan Tiongkok, akan tetapi di berbagai tempat juga merayakan dengan kegiatan yang tidak sama, oleh karena itu muncul istilah yang berbeda. Misalkan di Vietnam dalam 12 shio untuk tahun ini adalah tahun kucing, sementara di tempat lainnya adalah tahun kelinci, maka dalam perayaan juga akan ada perbedaan.

Komentar

Terbarumore