close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tiongkok Menurunkan Status Darurat COVID-19, Ketua CECC: Taiwan Tidak akan Mengikuti

  • 27 December, 2022
  • 尤繼富
Tiongkok Menurunkan Status Darurat COVID-19, Ketua CECC: Taiwan Tidak akan Mengikuti
Tiongkok Menurunkan Status Darurat COVID-19, Ketua CECC: Taiwan Tidak akan Mengikuti

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 26 Desember 2022, otoritas Tiongkok mengumumkan akan mengubah nama “Pneumonia Virus Korona Baru” menjadi “”Infeksi Virus Korona Baru”. Di samping itu, mulai tanggal 8 Januari 2023 mendatang, Tiongkok akan menurunkan kategori penyakit ini. Mereka juga akan meniadakan beberapa kebijakan, meliputi uji coba PCR bagi para penumpang pesawat terbang dan ketentuan fasilitas isolasi terpusat.

Saat ditemui di Tri Service General Hospital hari ini (27/12), Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Wang Pi-sheng (王必勝) menyampaikan, dampak dari penyakit ini tidak akan berubah, mesti Tiongkok mengganti namanya. Merujuk pada pengalaman yang sudah dilalui banyak negara sebelumnya, maka situasi penularan epidemi COVID-19 di Tiongkok setidaknya masih akan berlangsung selama 2 hingga 3 bulan mendatang.

Di lain pihak, Taiwan akan senantiasa memantau perkembangan dari kebijakan pengendalian epidemi yang diberlakukan oleh Tiongkok.

Apakah Taiwan juga akan menurunkan level dari COVID-19 sendiri? Menjawab pertanyaan tersebut, Wang Pi-sheng menyampaikan, CECC sudah merencanakan hal ini sedari dahulu. Selain mempertimbangkan tren dunia saat ini, CECC juga akan merujuk pada situasi penularan epidemi di Taiwan sendiri.

Wang Pi-sheng melanjutkan, Taiwan memiliki caranya sendiri dan tidak akan mengikuti apa yang telah dilakukan Tiongkok.

Waktu penurunan level dari COVID-19 di Taiwan akan dilakukan secepatnya setelah perayaan Tahun Baru Imlek mendatang.

Wang Pi-sheng mengatakan, “Sebenarnya saya sudah pernah berbicara perihal untuk menurunkan level COVID-19. Pertimbangan yang kami lakukan tentu lebih banyak, misal tren negara besar di dunia saat ini, misal Amerika Serikat dan Jepang. Apakah mereka sudah menghapusnya dari status darurat setempat. Di samping itu juga mempertimbangkan kondisi di Taiwan sendiri. Apakah COVID-19 nantinya dapat dikategorikan sebagai penyakit flu. Saya rasa kami akan merujuk pada kondisi dan kompetensi kami. Kami tidak akan mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh Tiongkok.”

Wang Pi-sheng menuturkan, keputusan Tiongkok untuk membatalkan kebijakan pengontrolan epidemi mereka tentu akan berdampak pada dunia. Hal ini akan memudahkan warga global untuk datang ke Tiongkok, baik untuk belajar, bekerja atau berwisata.

Namun, situasi penularan COVID-19 di Tiongkok sendiri terbilang cukup serius. Oleh karena itu, CECC mengimbau kepada warga Taiwan untuk segera menerima vaksin lengkap sebelum berkunjung ke Tiongkok.

Apakah pemerintah akan memperketat peraturan yang ditujukan kepada penumpang asal Tiongkok? Menjawab pertanyaa di atas, Wang Pi-sheng menyampaikan, CECC telah melakukan rapat pembahasan pada tanggal 26 Desember 2022 kemarin. Dan jika ada keputusan terbaru, maka CECC akan segera mengumumkannya.

Menanggapi kritik Partai KMT yang menilai peninjauan bantuan vaksinasi COVID-19 yang terlampau ketat, Wang Pi-sheng menjawab, seluruh prosedur yang diberlakukan sudah disesuaikan dan dipercepat dari sebelum-sebelumnya. CECC juga akan menambah jumlah personal mereka untuk mempercepat seluruh prosedur yang ada.

Komentar

Terbarumore