close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Produksi Ibuprofen RRT Peringkat Atas Dunia, Kini Mengalami Krisis Obat Anti Demam

  • 22 December, 2022
  • 鄭蕙玲
Produksi Ibuprofen RRT Peringkat Atas Dunia, Kini Mengalami Krisis Obat Anti Demam
Produksi Ibuprofen RRT Peringkat Atas Dunia, Kini Mengalami Krisis Obat Anti Demam (foto:CNA)

(Taiwan, ROC) Obat ibuprofen yang diproduksi RRT menempati peringkat pertama dunia, akan tetapi belakangan ini dikarenakan pandemi tak terkendali, jumlah yang terinfeksi meningkat, warga malah kekurangan obat. Menurut laporan, RRT saat ini memerlukan 400 juta tablet ibuprofen per hari, sementara untuk memproduksi 400 juta tablet ibuprofen memerlukan setidaknya 40 hari, krisis obat ini sulit diatasi dalam waktu singkat. Kementerian Industri dan Teknologi Informatika (MIIT) pada tahun 2020 menyampaikan, kapasitas produksi obat penurun demam RRT hampir 80.000 ton, mencapai 60% dari produksi seluruh dunia.

Industri produksi obat melaporkan, warga RRT menyebut Ibuprofen sebagai obat anti demam yang ajaib, kapasitas produksi mencapai 1/3 dari seluruh dunia, menempati urutan pertama dunia. Tahun 2021, permintaan untuk Ibuprofen hanya berkisar 1722,6 ton, akan tetapi kapasitas produksi mampu mencapai 14,4 ribu ton, sebagian besar obat ini dipasarkan ke luar negeri. Untuk produsen farmasi Shandong Xinhua (Shandong Xinhua Pharmaceutical Company Ltd) saja yang memproduksi bahan dasar Ibuprofen mencapai 8.000 ton, mampu mencukupi kebutuhan untuk 3,3 milyar orang.

Menurut pemberitaan dari Xiangsiang Morning Herald, pelaku usaha bahan baku mengungkap bahan baku atau produksi dalam negeri memiliki kapasitas besar, akan tetapi memerlukan waktu untuk memproduksi, misalkan satu pabrik memproduksi bahan baku 400 ton memerlukan waktu 1 bulan, kemudian bahan baku 400 ton diberikan kepada industri pembuatan obat, diprakirakan bisa menghasilkan 400 juta tablet Ibuprofen.

Namun produksi obat juga memerlukan waktu, kapasitas sejumlah 400 juta tablet setidaknya memerlukan waktu 40 hari, masih dapat prakiraan kondisi berjalan dengan lancar, masih belum terhitung waktu pendistribusian dan retailnya.

Menurut sumber informasi yang ada, pemerintah setempat, biro pengawasan pasar, biro industri dan teknologi informatika, biro kesehatan mengundang pelaku usaha untuk melakukan pembahasan terkait pembagian tugas dan pendistribusian obat penurun demam Ibuprofen dan alat rapid test, mengusulkan untuk memprioritaskan kebutuhan rumah sakit di setiap wilayah. Selain di rumah sakit, juga menyuplai di toko obat, agar warga bisa mendapatkan obat, tidak perlu ke rumah sakit besar untuk mendapatkan resep dokter.

Komentar

Terbarumore