close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

(Wawancara Eksklusif RTI) Partisipasi Taiwan dalam CPTPP, Joseph Wu: Beberapa Negara Enggan Membahasnya Karena Pengaruh Tiongkok

  • 20 December, 2022
  • 尤繼富
(Wawancara Eksklusif RTI) Partisipasi Taiwan dalam CPTPP, Joseph Wu: Beberapa Negara Enggan Membahasnya Karena Pengaruh Tiongkok
(Wawancara Eksklusif RTI) Partisipasi Taiwan dalam CPTPP, Joseph Wu: Beberapa Negara Enggan Membahasnya Karena Pengaruh Tiongkok

(Taiwan, ROC) — Pada bulan September tahun 2021, Taiwan secara resmi mengajukan pendaftaran untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Namun, pendaftaran yang diajukan oleh Taiwan belum diproses hingga hari ini.

Hari ini (20/12), Menteri Luar Negeri (MOFA), Joseph Wu (吳釗燮), menerima wawancara eksklusif di Radio Taiwan Internasional (RTI) dalam program bertajuk 早安台灣 (baca: Zǎo ān táiwān). Dalam wawancara hari ini, Menlu Joseph Wu menjawab pertanyaan perihal hambatan diplomatik dan gangguan dari kekuatan politik tertentu.

Menlu Joseph Wu menuturkan, CPTPP tengah memproses keanggotaan Inggris yang memang lebih dahulu mengajukan pendaftaran. Selama menunggu, pemerintah juga terus mempromosikan berbagai langkah relevan, misal melakukan konsultasi informal dengan seluruh negara anggota dan menyesuaikan regulasi dalam negeri guna memenuhi standar yang ditetapkan oleh CPTPP.

Menlu Joseph Wu mengatakan, “Kami telah melakukan konsultasi informal dengan hampir semua negara anggota. Saat melakukannya, tentu saja akan ada permasalahan bilateral yang turut dibahas. Mereka juga bertanya perihal proyek apa yang akan dibuka di masa mendatang? Secara terbuka kami juga meminta mereka untuk memberi tahu kami perihal apa saja yang diperlukan. Konsultasi yang berlangsung secara informal ini, tentu sangat berarti bagi kami. Dengan kata lain, kami bisa menuntaskan poin-poin bersangkutan terlebih dahulu, yang mana sebenarnya juga akan masuk dalam pembahasan formal.” 

Menlu Joseph Wu melanjutkan, kunci berikutnya adalah sikap pemerintah dari berbagai negara. Kantor perwakilan Taiwan di luar negeri juga aktif melobi pejabat setempat. Namun, aksi intervensi dari Tiongkok di beberapa negara tidak dapat dihindari, membuat pejabat setempat enggan untuk menyampaikan pandangan mereka.

Menlu Joseph Wu mengatakan, “Melalui kantor perwakilan kami yang tersebar di luar negeri, kami sangat gencar melobi dengan pejabat setempat. Ada beberapa negara yang awalnya tidak terlalu mengetahui atau mendukung Taiwan, tetapi akhirnya sikap mereka pun berubah. Namun, ada beberapa negara yang masih berada di bawah pengaruh kuat Tiongkok, sehingga mereka enggan berbicara perihal mendukung atau tidak mendukung Taiwan. Hal-hal inilah yang sebenarnya sangat kami cemaskan.”

Menteri MOFA menyampaikan, Taiwan dan Tiongkok telah mengajukan pendaftaran untuk bergabung dengan CPTPP. Pengajuan tersebut menciptakan situasi yang kontradiktif bagi banyak negara anggota CPTPP.

Dari segi ekonomi, Tiongkok memiliki pengaruh yang sangat kuat. Dan dari kualitas perdagangan, Taiwan diketahui memenuhi standar tinggi yang ditetapkan CPTPP, sedangkan Tiongkok tidak berhasil memenuhi ketetapan yang ada.

Beberapa negara anggota percaya, jika keanggotaan Tiongkok diterima, maka akan mempengaruhi standar yang ada. Hal ini tentunya akan berdampak tidak adil bagi semua negara anggota. Dengan demikian, otoritas Taiwan tetap memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pembahasan dan keputusan yang akan ditinjau kembali oleh CPTPP, terutama saat mendiskusikan perihal standar perdagangan.

Komentar

Terbarumore