close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

“M.I.K. Style-Migrants in Kaohsiung Music Festival”, PMA Adalah Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Masyarakat Taiwan

  • 12 December, 2022
  • 尤繼富
“M.I.K. Style-Migrants in Kaohsiung Music Festival”, PMA Adalah Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Masyarakat Taiwan
“M.I.K. Style-Migrants in Kaohsiung Music Festival”, PMA Adalah Bagian yang Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Masyarakat Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Untuk pertama kalinya, “Kaohsiung Music Center (KMC)” menghelat kegiatan bertajuk “M.I.K. Style-Migrants in Kaohsiung Music Festival”, yang akan resmi diluncurkan ke hadapan publik pada tanggal 17 Desember 2022 di Sea Breeze Plaza.

Festival kali ini akan dihadiri oleh para musisi atau seniman yang sangat berprestasi di bidang masing-masing. KMC akan mengundang musisi dan pekerja seni dari kawasan Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand, untuk tampil menghibur masyarakat luas. Untuk Indonesia sendiri, KMC akan mengundang grup musik asal Semarang, Jawa Tengah, yakni Soegi Bornean.

Di samping itu, masih ada beberapa musisi lainnya, misal SOUTHERN RIOT, yakni grup musik yang beranggotakan para Pekerja Migran Asing (PMA) di Taiwan.

Selain menghadirkan musisi dari Asia Tenggara, KMC juga akan mengundang penyanyi yang berhasil memenangkan penghargaan Golden Melody Awards, yakni Abao(阿爆). Kemudian masih ada Wild Things (野東西), yang juga berhasil memperoleh 3 nominasi dalam ajang Golden Melody Awards pada tahun 2021.

Ada lebih dari 30 stan makanan, serta kerajinan tangan dan bazar khas Asia Tenggara yang akan mewarnai perhelatan festival pada tanggal 17 Desember 2022. Selain dapat menyaksikan perhelatan festival musik dan menikmati kuliner khas Asia Tenggara, para pengunjung juga dapat melihat langsung indahnya keberagaman yang akan dihadirkan oleh KMC.

CEO KMC, Lee Cin-cin (李欣芸) menyampaikan, semenjak menjabat posisi CEO pada 2 tahun lalu, dirinya telah mencanangkan sebuah program matang yang akan dihadirkan oleh KMC.

Sebelumnya, KMC pernah menggelar beberapa festival musik yang mendapat banyak pujian dari masyarakat, misal Breeze Music Festival, Pertunjukan Kabaret 真愛秀‧藍寶石大歌廳 (baca: Zhēn'ài xiù‧lánbǎoshí dà gētīng) dan Festival Musik Takao Rock.

Dan di penghujung tahun 2022, pihak KMC sekali lagi mencoba untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tentunya dengan menyertakan konsep baru, yakni menghelat “M.I.K. Style-Migrants in Kaohsiung Music Festival”.

Lee Cin-cin menuturkan, ia ingin memperkenalkan konsep yakni membuat seluruh warga asing yang tengah berjuang di Taiwan akan “menjadikan tempat ini sebagai kawasan terdekat dengan kampung halaman mereka”.

Ia melanjutkan, setiap orang memiliki kampung halaman, begitu juga dengan seluruh PMA yang datang dari masing-masing wilayah. Mereka datang ke Taiwan untuk membantu pembangunan dan pergerakan ekonomi Taiwan. Selain itu, kehadiran PMA juga sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan Taiwan, yang tentunya juga telah memperkaya sosial masyarakat Taiwan.

Menurut data statistik yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (MOI), jumlah PMA yang tersebar di seluruh penjuru Taiwan telah berjumlah 700.000 orang. Di samping itu, masih ada Penduduk Migran Baru yang jumlahnya juga sudah melebihi 570.000 orang.

Kedua kelompok ini telah menempati posisi yang sangat penting bagi perekonomian dan kebudayaan masyarakat Taiwan.

Musik memiliki unsur yang dapat menghubungkan seluruh insan manusia, terlepas dari latar belakang dan asal masing-masing.

“Ini juga menjadi pekerjaan rumah yang akan selalu dikerjakan oleh Kaoshiung Music Center,” tutup Lee Cin-cin.

Komentar

Terbarumore