:::

Yoon Suk-yeol : Menentang Setiap Perubahan Sepihak Terhadap Status Quo Taiwan

  • 29 November, 2022
  • 鄭蕙玲
Yoon Suk-yeol : Menentang Setiap Perubahan Sepihak Terhadap Status Quo Taiwan
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (foto:Reuters)

(Taiwan, ROC) Kantor Berita Reuters hari Selasa (29/11), terkait situasi Selat Taiwan yang semakin hari semakin memanas, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyampaikan bahwa ia menentang keras segala tindakan sepihak yang ingin merubah status quo, sedangkan Korea Selatan sendiri akan mempertimbangkan situasi keamanan secara menyeluruh dalam menghadapi konflik di Selat Taiwan, tetapi dalam situasi yang benar-benar mendesak baru menggerakkan militernya.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol ketika menerima wawancara khusus dari Reuters kemarin tanggal 28 November mengenai masalah situasi menegangnya situasi Selat Taiwan dan semakin meluasnya ancaman Korea Utara. Kebijakan luar negeri yang diadopsi dari Yoon Suk-yeol adalah mempromosikan hubungan bilateral dan kerjasama dengan pemerintah Washington DC, sama seperti mantan Presiden Moon Jae-in, terhadap persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Yoon Suk-yeol akan terus memperhatikannya. Tiongkok sendiri merupakan mitra dagang terbesar Korea Selatan, bersamaan dengan itu juga merupakan sekutu dari Korea Utara.

Dalam situasi Selat Taiwan yang semakin lama semakin memanas, Yoon Suk-yeol menyampaikan, setiap konflik antar selat seharusnya diselesaikan dengan aturan yang berlaku di internasional, “Saya menentang keras untuk segala rencana mengubah status quo yang diambil secara sepihak”. Ketika ditanyakan mengenai peranan dari tentara Korea Selatan atau tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan dalam konflik Selat Taiwan. Yoon Suk-yeol mengatakan, tentara Korea Selatan akan mempertimbangkan keamanan secara keseluruhan, tetapi apabila situasi mendesak makan akan menggerahkan tentara militernya. Yoon Suk-yeol menyampaikan, “Yang paling penting adalah bagaimana kami menanggapi ancaman dari sekitar serta bagaimana dapat mengatasi ancaman tersebut.”

Komentar

Terbarumore