:::

Ancaman RRT Terus Berlanjut, Menlu Joseph Wu: Mengupayakan Semakin Banyak Dukungan

  • 24 November, 2022
  • 鄭蕙玲
Ancaman RRT Terus Berlanjut, Menlu Joseph Wu: Mengupayakan Semakin Banyak Dukungan
Menlu Joseph Wu (foto: RTI)

(Taiwan, ROC) Sidang komite pertahanan nasional dan diplomasi Yuan Legislatif berlangsung pada hari Kamis ini (24/11), dihadiri oleh Drijen Dewan Keamanan Nasional (NSB) Cheng Ming-tong (陳明通), Menlu Joseph Wu(吳釗燮), Wakil Kepala Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chiu Chui-cheng (邱垂正) untuk memberikan laporan mengenai “Pengaruh Perubahan Hubungan Internasional Pasca Pertemuan G20 terhadap Keamanan Taiwan”. Dalam laporan yang disampaikan oleh Menlu Joseph Wu bahwa negara-negara yang menganut sistem demokrasi seperti AS, Jepang sangat memperhatikan perdamaian laut Taiwan dan tidak pernah berubah, hubungan AS-Daratan Tiongkok terus berkutat pada persaingan dan pembatasan, sementara RRT terus memberikan ancaman keamanan dan tekanan diplomasi terhadap Taiwan juga terus bertambah, RRT pun menjadikan perang Rusia Ukraina dan ancaman nuklir semenanjung Korea menjadi dampak politik, saat bersamaan bermaksud memecah belah kekompakkan kubu demokrasi barat, seperti kali ini membeda-bedakan negara-negara Eropa yang dinilai lebih menguntungkan, menggunakan 2 cara untuk memecah belah dan merusak perdamaian dan persatuan kubu barat.

Berkaitan dengan isu RRT mengintervensi pemilu, Menlu Joseph Wu saat diwawancarai mengemukakan, ada banyak cara yang diambil RRT untuk mencampuri pemilu dan meminta setiap pihak untuk lebih berwaspada.

Menlu Joseph Wu mengatakan, “Daratan Tiongkok tidak hanya mengintervensi pemilu Taiwan, bahkan juga mencampuri pemilu negara lain, instansi keamanan negara lain pun mengangkat sikap berwaspada, apabila instansi keamanan kita memerlukan bantuan dari kementerian luar negeri, maka pihak kami akan siap sedia membantu.”

Berkaitan dengan dana bantuan Ukraina sebesar NT$ 1,8 milyar yang dianggarkan Kemenlu, Joseph Wu mengemukakan, situasi buruk dan kerugian yang diderita Ukraina, pemerintah dan masyarakat Taiwan menebarkan kasih secara iklas tanpa meminta imbalan, tindakan ini murni sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab sosial internasional yang ingin ditunjukkan oleh masyarakat Taiwan, dalam hal ini meminta agar anggota komite dapat menyetujui dana dukungan yang direncanakan.

Kantor perwakilan Lithuania di Taiwan tidak memiliki fungsi konsuler memicu keraguan masyarakat luar, dalam hal ini Menlu Joseph Wu menanggapi bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif Lithuania sangat berharap dapat mengembangkan perdagangan di Taiwan, maka cenderung membentuk kantor perwakilan bidang ekonomi perdagangan, apabila di masa mendatang akan membuka bidang kekonsuleran maka Kemenlu akan mendukung sepenuhnya.

Komentar

Terbarumore