:::

Suku Bunga AS Naik, Saham Taiwan Turun, Pemerintah Bahas Strategi Menstabilkan Saham

  • 03 November, 2022
  • 鄭蕙玲
Suku Bunga AS Naik, Saham Taiwan Turun, Pemerintah Bahas Strategi Menstabilkan Saham
Menteri Keuangan Su Jian-rong (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Komite Keuangan Yuan Legislatif pada hari Kamis ini (3/11) menggelar rapat terkait laporan langkah kebijakan dan capaian untuk menstabilkan pasar saham dengan mengundang pimpinan untuk memberikan laporan dan diinterpelasi, laporan tertulis dari Kementerian Keuangan menekankan, hasil pendataan hingga 1 November 2022, skala penurunan Philadelphia Stock Exchange (PHLX),dan Nasdaq sebesar 39,58% dan 29,77%, sementara skala penurunan saham Taiwan sebesar 28,44%, selama periode mendapat dukungan dana dari Dewan Keamanan Nasional skala penurunan sebesar 6,55%, terlihat hasil menstabilkan pasar pada tahap awal; Badan Pengawas Keuangan (FSC) melaporkan beberapa tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan pasar saham yang stabil.

Dikarenakan kemarin (2/11) Bank Sentral AS (Federal Reserve System, FED) menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya naik ke angka 3, kenaikan suku bunga yang menyebabkan pasar saham AS anjlok yang berimbas pada saham Taiwan turun selama 3 hari berturut-turut, hal ini membuat anggota legislator parpol berkuasa dan oposisi menyoroti dana keamanan nasional dan FSC apakah juga akan menambah dana untuk menstabilkan pasar saham. Sehubungan dengan hal ini, Menkeu Su Jian-rong (蘇建榮) menekankan, dana keamanan nasional yang dialokasikan berkisar NT$ 500 milyar, diantaranya NT$ 200 milyar ada kuota yang sudah ditetapkan sementara NT$ 300 milyar yang dipinjam dari 4 dana utama, sementara ini masih menggunakan kuota tetap sebesar NT$ 200 milyar. Su Jian-rong mengatakan, setelah Bank Sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga pada angka 3, pasar saham Dow Jones New York turun lebih dari 500 poin, yang diikuti dengan Philadelphia Stock Exchange (PHLX) serta saham Taiwan yang juga mendapat pengaruh, maka hari ini saham untuk teknologi Taiwan juga mengalami penurunan dalam skala besar, hal ini akan kami pantau dengan seksama, akan mempelajari waktu tepat untuk turun tangan.”

Ketua FSC Thomas Huang (黃天牧)  mengemukakan, kondisi tahun ini tidak sama dengan situasi pada tahun 2008,2014 dan 2020, masa lalu merupakan fluktuasi jangka pendek maka menerapkan langkah kebijakan untuk menstabilkan pasar, waktu yang diperlukan tidak terlalu lama, akan tetapi sehubungan dengan AS berlanjut menaikkan suku bunga bank, dampak yang dirasakan tidak mungkin dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1-2 bulan, kemudian penerapan langkah kebijakan juga memiliki efek buruk lainnya, menstabilkan harga malah akan memengaruhi jumlah transaksi, Oleh karena itu, perlu dilakukan keseimbangan dan mempertimbangkan situasi secara keseluruhan. Dia juga menekankan bahwa tindak lanjut tetap akan memperhatikan dinamika pasar saham dan memperkenalkan langkah-langkah yang tepat pada waktu yang tepat.

Komentar

Terbarumore