:::

Konferensi “World Movement for Democracy”, Presiden Tsai: Taiwan Tidak akan Goyah Meski Diancam Tiongkok

  • 25 October, 2022
  • 尤繼富
Konferensi “World Movement for Democracy”, Presiden Tsai: Taiwan Tidak akan Goyah Meski Diancam Tiongkok
Konferensi “World Movement for Democracy”, Presiden Tsai: Taiwan Tidak akan Goyah Meski Diancam Tiongkok

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 25 Oktober 2022, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menghadiri perhelatan Konferensi World Movement for Democracy WMD ke 11, yang digelar di Kota Taipei. Dalam kata sambutannya, Kepala Negara menyampaikan, Taiwan tidak akan pernah tergoyahkan oleh serangan dan intimidasi militer Tiongkok, meski dilancarkan secara terus menerus.

Fondasi pertahanan demokrasi Taiwan adalah bertumpu pada persatuan masyarakat sipil yang kuat, apalagi pemerintah tengah mengamendemen undang-undang untuk menurunkan batas usia warga untuk memberikan suara mereka dalam pemilu. Dengan demikian diharapkan kaum muda dapat memberikan kontribusi lebih bagi ranah pemerintahan negara.

Konferensi World Movement for Democracy WMD ke 11 digelar di Kota Taipei semenjak hari ini hingga tanggal 27 Oktober 2022. Konferensi ini akan dihadiri oleh 300 pejabat tinggi dan cendekiawan, serta penggerak demokrasi yang datang dari 70 negara di dunia.

Beberapa tokoh penting yang hadir dalam acara pembukaan hari ini, meliputi pemenang Nobel Perdamaian 2021 – Maria Ressa, Ketua Yuan Legislatif yang juga adalah Ketua Yayasan Demokrasi Taiwan – You Si-kun (游錫堃), dan Ketua Taiwan Youth Association for Democracy – Chang Yu-meng (張育萌).

Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai pertama-tama menyampaikan, seluruh partisipan yang hadir dalam konferensi hari ini adalah tamu asing skala besar pertama yang datang ke Taiwan, setelah CECC mencabut beberapa peraturan pencegahan epidemi dan kebijakan isolasi di pintu perbatasan.

Kepala Negara menyampaikan, tantangan saat ini adalah yang terberat bagi paham demokrasi, terutama setelah Perang Dingin usai. Peristiwa invasi yang terjadi di Ukraina adalah salah satu bukti nyata akan semakin besarnya kekuatan totalitarianisme. Dengan sewenang-wenang totalitarianisme melanggar hak-hak kedaulatan paham demokrasi.

Taiwan juga memperoleh dampak negatif dari terjadinya perang Rusia – Ukraina, serta terus menerus menjadi sasaran dari intimidasi militer Tiongkok.

Presiden Tsai menyampaikan, Taiwan tidak akan pernah tergoyahkan, dan akan terus mempertahankan nilai demokrasi yang diperoleh dengan susah payah. Masyarakat Taiwan percaya pada niat perdamaian, dan akan mengambil inisiatif untuk menghadapi segala bentuk kekuatan yang sengaja ingin mengguncang nilai demokrasi Taiwan.

Kepala Negara mengemukakan, dirinya merasa terhormat untuk bisa berbagi akan ketahanan nilai demokrasi Taiwan. Taiwan juga telah belajar banyak dari seluruh pihak bahwa demokrasi adalah nilai fundamental yang harus dimiliki oleh semua pihak. Penting untuk memastikan bahwa pemerintah sangat transparan, serta setiap warga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam masa depan negara.

Presiden Tsai menuturkan, fondasi kuat dari ketahanan demokrasi Taiwan adalah masyarakat sipilnya. Setiap individu adalah penyumbang demokrasi Taiwan. Beliau menambahkan, pihaknya akan memobilisasi agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Dirinya juga percaya bahwa pengaruh masyarakat sipil Taiwan terhadap tubuh pemerintahannya sangatlah besar, serta adalah yang terbaik untuk kawasan Benua Asia.

Komentar

Terbarumore