:::

Perkuat Penyelidikan PMA Ilegal Jelang Hari Nasional ROC, Imigrasi Tangkap 34 Orang

  • 07 October, 2022
  • 陳柏萇
Perkuat Penyelidikan PMA Ilegal Jelang Hari Nasional ROC, Imigrasi Tangkap 34 Orang
Perkuat Penyelidikan PMA Ilegal Jelang Hari Nasional ROC, Imigrasi Tangkap 34 Orang

 (Taiwan, ROC) – Liburan Hari Nasional Double Ten kian mendekat, Satgas Khusus Ditjen Imigrasi Kota Taipei bersama dengan Kantor Tenaga Kerja Asing dan Penyandang Disabilitas Kota Taipei dan kepolisian, kemarin pagi (6/10) menggerebek beberapa lokasi konstruksi dan asrama pekerja migran ilegal yang terbagi di beberapa kawasan, serta berhasil menangkap total sebanyak 24 WNA illegal, 9 majikan illegal, dan 1 agensi ilegal. Satgas Khusus Ditjen Imigrasi Kota Taipei pada hari ini (7/10) mengemukakan, ketika satgas tengah melakukan penyelidikan di sebuah lokasi konstruksi di Distrik Datong (大同區), ada 2 pekerja migran Vietnam berstatus hilang kontak mencoba melarikan diri serta melakukan perlawanan, untungnya mereka berhasil ditundukkan oleh pihak berwajib. Wu Xin-fu (吳新富) selaku Wakil Kapten Satgas Khusus Kota Taipei menegaskan, jika menyelidiki dan menghukum para imigran ilegal adalah salah satu tugas utama Ditjen Imigrasi, dan menghimbau para majikan/pemberi kerja untuk tidak mengambil risiko dan mempekerjakan pekerja migran ilegal, jika tidak maka sesuai UU yang ada mereka bisa dikenakan sanksi denda paling tinggi sebesar NT$750.000.

Wu Xin-fu (吳新富) mengatakan,”Menghimbau para majikan untuk tidak mengambil risiko dan mempekerjakan pekerja migran ilegal. Sesuai dengan “UU Layanan Ketenagakerjaan”, sebelum mempekerjakan orang asing di Taiwan perlu mengajukan izin perekrutan di Kementerian Tenaga Kerja. Menerima atau mempekerjakan orang asing secara ilegal/tidak sah, maka dapat dikenakan sanksi denda paling tinggi yakni sebesar NT$ 750.000. Satgas Khusus Kota Taipei akan terus memperkuat penyelidikan, bersama-sama menjaga ketertiban sosial dan mengakhiri pelanggaran hukum.”

Satgas Khusus Ditjen Imigrasi Kota Taipei menunjukkan, guna menekan biaya modal, oknum-oknum tersebut menggunakan campuran pekerja migran yang berstatus hilang kontak untuk bekerja di lokasi konstruksi, bahkan mencoba menyamarkan identitasnya menjadi pekerja resmi dengan mengenakan seragam lengkap dan rompi kontraktor legal, namun kebohongan-kebohongan tersebut dapat terbongkar oleh petugas imigrasi, kemudian ditahan dan akan dipulangkan ke negara asal sesuai dengan hukum yang ada, serta menghimbau para majikan/pemberi kerja untuk menaati peraturan “UU Layanan Ketenagakerjaan”.

Komentar

Terbarumore