:::

Konferensi Industri Pertahanan AS-Taiwan ke 21 Resmi Dibuka, Dihadiri Pejabat Eselon Tertinggi dari Kedua Pihak dalam Sejarahnya

  • 03 October, 2022
  • 陳志勇
Konferensi Industri Pertahanan AS-Taiwan ke 21 Resmi Dibuka, Dihadiri Pejabat Eselon Tertinggi dari Kedua Pihak dalam Sejarahnya
Pengorganisasi Konferensi Industri Pertahanan Amerika Serikat-Taiwan ke 21 yakni Presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan Rupert Hammond-Chambers menerima wawancara sebelum digelarnya konferensi.

(Taiwan, ROC) - Konferensi Industri Pertahanan Amerika Serikat-Taiwan ke 21 resmi digelar di Richmond, Virginia pada tanggal 2 Oktober waktu setempat, dihadiri oleh lebih dari 170 orang, termasuk dari kalangan perindustrian, wadah pikir, organisasi masyarakat, serta pejabat pemerintah eselon tertinggi dari kedua pihak dalam sejarahnya.

Yang mewakili pemerintah Amerika Serikat adalah Direktur Office of Regional Security and Arms Transfers di bawah Biro Urusan Politik-Militer Departemen Luar Negeri AS Laura Cressey, dan Deputi Direktur Defense Security Cooperation Agency di bawah Departemen Pertahanan Jedidiah Royal; sementara pihak Taiwan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Nasional Wang Shin-lung (王信龍).

Menurut pengorganisasi konferensi yakni Presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan Rupert Hammond-Chambers, Departemen Pertahanan di masa lalu biasanya mengutus pejabat yang menangani urusan kawasan Pan-Pasifik untuk menghadiri konferensi, tapi kali ini yang datang adalah pejabat Biro Urusan Politik-Militer yang khusus menangani penjualan senjata, sepenuhnya menunjukkan prihatin langsung dari Washington atas isu keamanan Taiwan.

Hammond-Chambers menerangkan, konferensi seperti biasa akan berlangsung tertutup, diketahui bahwa sebagian waktu konferensi akan difokuskan pada analisis ancaman di Selat Taiwan, tapi para peserta terutama akan fokus pada isu-isu yang berkaitan dengan penjualan senjata, termasuk kebijakan penjualan senjata kepada Taiwan dari administrasi Presiden AS Joe Biden, kebijakan pembelian senjata di Taiwan, kecepatan pengiriman senjata, dan bagaimana industri pertahanan AS dapat membantu mendukung kebijakannya terhadap Taiwan.

Komentar

Terbarumore