:::

Pemilu 9 in 1/ Chen Shih-chung: Terkait Isu Pan Biru dan Putih Menyatu Hanya Sia-Sia Pada Akhirnya

  • 01 October, 2022
  • 譚雲福
Pemilu 9 in 1/ Chen Shih-chung: Terkait Isu Pan Biru dan Putih Menyatu Hanya Sia-Sia Pada Akhirnya
Chen Shih-chung: Terkait Isu Pan Biru dan Putih Menyatu Hanya Sia-Sia Pada Akhirnya

(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan beredarnya isu jika partai KMT dan partai TPP akan berkoalisi dalam pemilu akhir tahun, dimana disebutkan berkeinginan untuk melakukan barter atau pertukaran dukungan terhadap kandidat pemimpin kota yang hendak diraih oleh masing-masing partai, yakni dengan menukarkan kota Hsinchu dengan Kota Taipei. Untuk hal ini, kandidat Walikota Kota Taipei Chen Shih-chung yang diusung oleh partai DPP pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober saat menerima wawancara menyebutkan jika perubahan prioritas pemberian surat suara dalam pemilu sangat sulit tercapai, karena selain harus menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan siasat dan strategi terkait, yang mana pada akhirnya akan berakhir dengan sia-sia. Karena landasan utama dari sebuah kepemerintahan adalah asas demokrasi yang telah tertanam dalam hati setiap warga penduduk di Taiwan.

        Belum lama ini memang tersiar adanya isu jika partai KMT akan melakukan kerjasama dengan partai TPP, dengan persyaratan partai TPP tidak memberikan suara dukungan kepada kandidat non partai Huang Shan-shan, dan partai TPP berharap mampu bisa membarter persyaratan tersebut dengan perolehan suara dukungan penuh bagi Kao Hung-an, yang kini tengah diusung oleh partai TPP sebagai kandidat Walikota Hsinchu.

Di sisi lain, Chen Shih-chung pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober ketika menghadiri kegiatan perayaan Hari Mendaki Gunung Nasional yang ke 111 tahun. Saat menerima wawancara dari pihak media, Chen Shih-chung menyampaikan pandangannya berkenaan dengan taktik pemilu yang hendak dilakukan oleh partai TPP dan partai KMT.

        Merujuk kepada pengalaman-pengalaman dalam pemilu sebelumnya, taktik dan strategi “Lepas dan Lindungi” tidak dapat berfungsi dengan baik, dimana akhirnya hanya akan menjadi sia-sia. Dalam pemilu, yang paling penting adalah lembali kepada kerjasama dalam hal program kerja yang hendak dilakukan. Chen Shih-chung mengatakan, “Saya rasa, langkah penukaran atau barter seperti yang disebutkan, ditambah dengan berbagai macam siasat yang membingungkan, pada akhirnya hanya akan membuahkan kekosongan semata. Oleh sebab itu, lebih baik jika dapat menempatkan diri masing-masing kepada poros pemilu yang sebenarnya. Saya yakin dan percaya, jika kemajuan dan kebutuhan yang diperlukan oleh Kota Hsinchu, maka warga Hsinchu juga akan berupaya semaksimalnya. Sementara Kota Taipei memiliki tugas dan tanggung jawab sendiri yang harus diperjuangkan sendiri. Semua ini pada akhirnya akan kembali kepada perlombaan dalam hal program kerja, sehingga pemilu yang ada sekarang, sangat sulit untuk menerapkan siasat penukaran surat suara. Selain itu, terlampau banyak waktu yang telah dihabiskan untuk memikirkan cara pelaksanaannya, sehingga semua hanya akan menjadi sia-sia. Hanya dengan kembali kepada poros utama kepemerintahan, barulah benar-benar mewujudkan asas demokrasi yang ada.”

        Sementara itu, kandidat non partai Huang Shan-shan pada waktu yang bersamaan menuliskan pesan di akun Facebooknya, yakni mengutarakan prinsip kampanye pemilu dirinya yakni “Mengisi bagian yang kurang”. Huang Shan-shan menyebutkan jika Chen Shih-chung mengambil prinsip “Melakukan tugas dengan baik”, hal itu dikarenakan sebelumnya tidak melakukan tugas dengan baiik. Berkenaan dengan sindiran tersebut, Chen Shih-chung mebjawab bahwa di zaman saat ini, tidak lagi perlu bermain dengan kata-kata, karena sebenarnya semuanya sangat jelas, dimana terlihat performa pemerintah kota Taipei saat ini memang tidak baik.

        Chen Shih-chung menegaskan jika dirinya tidak merasa memiliki masalah besar atau mengalami kerugian apapun, namun banyak pihak yang turut merasakan jika performa kota Taipei telah terdiam selama beberapa tahun terakhir ini, dimana tugas dan kewajiban tidak diselesaikan dengan baik dan kokoh. Sementara prinsip kampanye pemilu yang diusung oleh dirinya adalah membawa tim yang tangguh, memimpin dan memandu semua petugas instansi pemerintah kota, memaksimalkan daya tempur yang terbaik, menyelesaikan setiap tugas yang ada dengan baik.

        Berkenaan dengan keraguan partai KMT yang menyebutkan jika Pusat Komando Epidemi Sentral yang tidak dibubarkan, maka berkemungkinan bisa menjadi ruang kantor pusat kampanye ke dua oleh Chen Shih-chung. Untuk tudingan tersebut, Chen Shih-chung mengklarifikasikan jika keputusan berada pada Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan atau MOHW, dimana pihak MOHW akan melakukan pertimbangan dengan merujuk kepada kebutuhan saat pandemi atau pasca pandemi, termasuk mempertimbangkan struktur susunan CECC ke depannya. Karena dirinya juga telah mengundurkan diri dari jabatannya dan telah meninggalkan MOHW, maka Chen Shih-chung berpendapat jika ia akan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh pihak MOHW.

Komentar

Terbarumore