:::

MOFA: Terima Kasih untuk Amerika Atas Dukungannya Kepada Perdamaian di Selat Taiwan

  • 24 September, 2022
  • 譚雲福
MOFA: Terima Kasih untuk Amerika Atas Dukungannya Kepada Perdamaian di Selat Taiwan
MOFA: Terima Kasih untuk Amerika Atas Dukungannya Kepada Perdamaian di Selat Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Pada hari Jumat tanggal 23 September waktu setempat, dalam salah satu ajang kegiatan yang digelar oleh PBB di New York, Menteri Luar Negeri Amerika Anthony Blinken sempat bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok Wang Yu. Usai pertemuan, pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Setikat segera mengeluarkan pers rilis yang menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Anthony Blinken menegaskan sikap Amerika dan akan menepati janjinya dalam hal menjaga kestabilan perairan di Selat Taiwan, secara singkat juga menyebutkan keamanan dan kestabilan perdamaian yang ada di Selat Taiwan, memiliki hubungan langsung dengan keamanan dan kesejahteraan seluruh dunia.

Untuk itu, pihak Kementerian Luar Negeri Taiwan, MOFA pada hari Sabtu tanggal 24 September menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya Amerika yang hanya dalam kurun waktu singkat tidak lebih dari satu minggu, pihak Amerika telah menggunakan berbagai kesempatan dalam memberikan pernyataan dukungan kepada Taiwan, baik dari Presiden Joe Biden, Menteri Luar Negeri Anthony Blinken melalui jalur komunikasi bilateral dan multilateral dalam kegiatan yang tengah digelar oleh PBB, khususnya pernyataan tekad bulat Amerika dalam hal turut menjaga kestabilan perdamaian di Selat Taiwan.

        Pihak MOFA menjelaskan dalam kegiatan yang dilangsungkan oleh PBB mulai dari awal tahun ini hingga sekarang, pihak Daratan Tiongkok terus melakukan Tindakan provokasi, yang memicu ketegangan di Selat Taiwan dan menjadi pembahasan dunia. Selain Amerika dan negara-negara yang memiliki kesepahaman yang serupa, juga telah menggunakan berbagai kesempatan dalam ajang kegiatan internasional, menyampaikan kepeduliannya akan keamanan di perairan Taiwan, serta dukungan langsung bagi Taiwan. Namun pihak Daratan Tiongkok justru menggunakan kesempatan dalam kegiatan untuk menjelaskan alasan membenarkan sikap perusakan perdamaian yang telah dilakukannya.

Pihak MOFA mengambil contoh misalnya, Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok Wang Yi menggunakan kesempatan pidato di markas Asia Society di New York pada tanggal 22 September untuk menyampaikan argumen yang mengelirukan, dengan merasionalisasikan ancaman bagi Taiwan dengan merujuk pada prinsip Satu Tiongkok, mengklai, bahwa hubungan kerja sama antara Taiwan dan Amerika justru menggerogoti status quo dan membahayakan Selat Taiwan, perdamaian dan kesetaraan. Pihak Daratan Tiongkok berupaya membingungkan masyarakat internasional dengan argumen dan kritik yang menyimpang dari kenyataan dan menutupi kebenaran bahwa Daratan Tiongkok adalah provokator. Di samping itu, pemberian pernyataan melalui pidato publik dan ajang diplomatik yang dilakukan oleh pihak Amerika, Uni Eropa selama satu minggu terakhir, akan menyulitkan pihak Daratan Tiongkok dalam menutup-nutupi sikap dan aksi yang telah secara jelas merusak perdamaian di Selat Taiwan, termasuk ambisinya dalam mencoba mengubah status quo.

        Pihak MOFA menegaskan dalam menghadapi tindakan provokatif Daratan Tiongkok untuk mengubah status quo, selain menyerukan semua negara dapat secara serempak memberikan pernyataan kutukan atas Tindakan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, serta dapat melanjutkan upaya tugas memperkuat kemampuan pertahanan keamanan, meningkatkan hubungan sekutu Taiwan dan Amerika. Selain itu juga dapat bekerja sama dengan semua negara yang memiliki nilai kesepahaman yang serupa, menyibak guna mencegah Tindakan Daratan Tiongkok yang hendak mencoba mengubah status quo, menjaga keamanan Selat Taiwan dan mempertahankan kebebasan, keterbukaan, perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Komentar

Terbarumore