:::

Pandangan 3 Kandidat Walikota Taipei Terhadap Isu Vaksin Medigen Tidak Diakui Jepang

  • 24 September, 2022
  • 譚雲福
Pandangan 3 Kandidat Walikota Taipei Terhadap Isu Vaksin Medigen Tidak Diakui Jepang
Pandangan 3 Kandidat Walikota Taipei Terhadap Isu Vaksin Medigen Tidak Diakui Jepang

       (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan masalah vaksin Medigen yang tidak dimasukan dalam daftar kategori vaksin yang diakui oleh pihak Jepang, kandidat Walikota Taipei, Huang Shan-shan dari non partai pada hari Sabtu tanggal 24 September mengemukakan bahwa hal tersebut adalah tanggung jawab pemerintah pusat, mantan Komandan CECC Chen Shih-chung juga seharusnya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat yang mendapatkan vaksin Medigen. Kandidat Walikota Taipei dari partai KMT Chiang Wan-an menyebutkan jika Chen Shih-chung seharusnya belajar dari pengalaman organisasi Tzuchi yang telah menyumbang vaksin BNT, kemudian belajar dari para pakar ahli Jepang tentang tugas pencegahan penularan pandemi. Sementara kandidat Walikota Taipei Chen Shih-chung dari partai DPP menyebutkan jika hendak menggunakan sistem hasil akhir untuk melakukan diskusi introspeksi sebuah program publik, maka akan bermasalah, karena program vaksinasi di setiap negara juga tengah terus melakukan diskusi instrospeksi, dan pihak MOFA pun juga tengah berupaya kuat memperjuangkannya.

        Mulai tanggal 11 Oktober, Jepang mulai membuka pintu wisata bagi pelancong individual, dengan persyaratan bagi yang telah mendapatkan vaksin 3 dosis boleh tidak menyertakan surat hasil tes uji PCR. Akan tetapi dalam daftar vaksin yang diakui oleh pihak Jepang, vaksin Medigen tidak termasuk di dalamnya, yang diartikan bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin Medigen, jika hendak masuk ke Jepang, maka wajib melakukan tes uji PCR dengan hasil negatif dan biaya ditanggung oleh pelancong tersebut.

        Huang Shan-shan menyebutkan masyarakat menerima vaksin Medigen karena mempercayai pemerintah pusat, namun pemerintah hendaklah berupaya mendapatkan sertifikat pengakuan untuk vaksin Medigen dari dunia internasional, dan semua ini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah pusat. Jika pemerintah tidak mampu melakukannya, maka seharusnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

        Chiang Wan-an menjelaskan betapa beruntungnya masyarakat Jepang, yang memiliki pemerintah dengan pakar pencegahan pandemi yang piawai, tidak mempolitisasikan masalah, bahkan memberikan sumbangan vaksin yang diakui oleh dunia kepada Taiwan. Akan tetapi Mantan Menteri Kesehatan, yang kini hendak mencalonkan diri sebagai walikota Taipei, Chen Shih-chung justru bersikeras membeli vaksin Medigen, sehingga menyebabkan warga sulit ke luar negeri.

        Sementara Chen Shih-chung sendiri menyebutkan bahwa dirinya juga menerima vaksin Medigen, dan pilihan yang dilakukan secara akademis, karena kondisi pandemi tahun lalu dalam keadaan sangat parah, banyak masyarakat yang memilih vaksin jenis mRNA. Jika tidak tersedia vaksin Medigen yang berkategori vaksin jenis mRNA, maka akan lebih banyak lagi yang menderita. Dirinya berpendapat bahwa berbagai program publik, harus merujuk kepada pertimbangan kebutuhan secara akademis, dimana introspeksi program publik tidak dapat hanya melihat hasil akhir semata, tetapi juga harus mempertimbangkan berbagai kondisi akademis kala itu.

Komentar

Terbarumore