:::

Presiden Tsai: Memastikan Demokrasi Taiwan Sangat Penting untuk Menjaga Kebebasan dan HAM

  • 20 September, 2022
  • 尤繼富
Presiden Tsai: Memastikan Demokrasi Taiwan Sangat Penting untuk Menjaga Kebebasan dan HAM
Presiden Tsai: Memastikan Demokrasi Taiwan Sangat Penting untuk Menjaga Kebebasan dan HAM

(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa hari ini (20/9), Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyampaikan pidatonya melalui rekaman video, dalam KTT Tahunan Concordia. Kepala Negara menyampaikan, dalam menghadapi ancaman dari Tiongkok, Taiwan tidak menghindar dari tantangan intervensi otoritarianisme, tetapi tetap teguh bertahan membela tindakan yang berusak merusak demokrasi.

Beliau menegaskan, demokrasi dan nilai-nilainya merupakan bagian dari identitas Taiwan. Memastikan prinsip demokrasi menjadi sangat penting bagi Taiwan untuk bisa menjaga kebebasan dan HAM pada masa mendatang.

Presiden Tsai Ing-wen menerima undangan dari organisasi nirlaba Concordia yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Melalui rekaman video, Presiden Tsai menyampaikan pidatonya dalam pelaksanaan KTT Tahunan yang dihelat Selasa dini hari (waktu Taiwan).

Kepala Negara menuturkan, saat ini prinsip demokrasi dan tatanan internasional tengah menghadapi tantangan terbesar mereka semenjak Perang Dingin usai. Tidak hanya harus mengurangi dampak pandemi yang telah meluluhlantakkan ekonomi dan kesehatan dunia, tetapi dunia harus menghadapi rezim otoriter yang berusaha merusak institusi demokrasi, HAM dan ruang sipil.

Presiden Tsai merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina, serta ancaman harian yang diterima Taiwan, sebagai bukti bahwa rezim otoriter akan menggunakan cara apa pun untuk mengekspansi kekuatan mereka. Ini adalah tantangan yang dihadapi di era sekarang, di tengah masalah-masalah lainnya, misal kelestarian lingkungan, inklusi keuangan, teknologi dan keamanan rantai pasokan.

Beliau menyampaikan, meski bukan anggota Perserikatan Bangsa Bangsa, tetapi Taiwan telah membantu dunia dalam menuntaskan krisis, misal menyumbangkan masker dan peralatan medis selama pandemi COVID-19, serta mendonasikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

Jika dapat disertakan ke dalam tubuh PBB, maka Taiwan akan bekerja lebih erat lagi dengan negara-negara lain untuk menghadapi tantangan di era mendatang, dengan tetap mempertahankan tatanan dunia yang berbasis aturan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Rezim otoriter bisa memecah belah kemudian menghancurkannya secara individual. Hanya dengan bersatu, kerja sama dan saling mendukung satu sama lain, maka kita bisa menekan ekspansi rezim otoriter.”

Presiden Tsai Ing-wen menambahkan, saat dibentuk pada 77 tahun silam, PBB memiliki tujuan mulia, yakni menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta memberikan bantuan kemanusiaan, membela HAM dan hukum internasional. Selama bertahun-tahun, umat manusia semakin menyadari akan pentingnya perdamaian dan keamanan dunia.

Meski tantangan di era pasca pandemi terbilang berat, tetapi Beliau percaya selama kita menjunjung tinggi nilai yang ada dan bekerja sama, maka kita dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan ROC di New York, Lee Kuang-jhang (李光章) menyampaikan, melalui platform Concordia, Presiden Tsai Ing-wen jelas menyatakan tekad Taiwan untuk mempertahankan nilai demokrasi dan bersinar di panggung dunia. Lee Kuang-jhang menambahkan bahwa ini adalah diplomasi publik yang sangat baik yang disampaikan oleh seorang Kepala Negara.

Concordia adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk membangun kemitraan lintas sektor guna memberikan dampak sosial. KTT Tahunan Concordia rutin digelar semenjak tahun 2011, dengan mengundang para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh penting lainnya. Setiap tahunnya, saat PBB menghelat Majelis Umum pada bulan September, maka Concordia akan bertemu untuk mencari solusi, guna menjawab tantangan global. Ini juga menjadi pertemuan yang sangat dinanti-nantikan dan dihargai oleh komunitas PBB.

KTT Concordia tahun ini diadakan di Hotel Sheraton dekat kawasan Times Square, semenjak tanggal 19 September hingga 21 September 2022. Selain Presiden Tsai Ing-wen, beberapa tokoh penting dunia juga akan memberikan pidato mereka, misal Ibu Negara AS Jill Biden, Ratu Yordania Rania Al Abdullah, dan lain-lain. Di samping itu, pendiri Taiwan Miniwiz, Huang Qian-zhi (黃謙智) juga dijadwalkan akan hadir guna membagikan kisah inspiratif pencapaian inovasi Taiwan.

Komentar

Terbarumore