:::

Komandan Armada ke-7 AS: Internasional Akan Campur Tangan Jika RRT Memblokir Taiwan

  • 20 September, 2022
  • 尤繼富
Komandan Armada ke-7 AS: Internasional Akan Campur Tangan Jika RRT Memblokir Taiwan
Komandan Armada ke-7 AS: Internasional Akan Campur Tangan Jika RRT Memblokir Taiwan

(Taiwan, ROC) Komandan Armada ke-7 Amerika Serikat, Karl Thomas menyampaikan, skala angkatan laut RRT cukup besar dan berpotensi mengunci Taiwan, akan tetapi ia menyampaikan, apabila RRT bermaksud melakukan hal ini, maka internasional akan ikut campur tangan dan misinya adalah antisipasi terhadap situasi ini.

Media Wall Street Journal kemarin (19/9) memberitakan, RRT mempersiapkan militer sepenuhnya untuk merebut sengketa kedaulatan atas sebagian besar pulau di Laut Tiongkok Selatan, ia juga mengklarifikasikan bahwa pernyataan gertakan yang terlebih dulu yang dilontarkan RRT, maka Ketua DPR AS Nancy Pelosi dari Kuala Lumpur terbang ke Taiwan pada tanggal 1 Agustus yang lalu, melalui pertimbangan “tingkat tinggi”, rute penerbangan menghindari Laut Tiongkok Selatan untuk menghindari adanya salah penilaian.

Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan berakhir pada tanggal 3 Agustus, RRT melanjutkan latihan militer di sekitar Taiwan yang bertujuan mengunci Taiwan. Sebagian pakar urusan militer menilai, dalam waktu dekat ini pemerintah Beijing belum berkemampuan menyerang Taiwan, akan tetapi jika terjadi krisis di Laut Taiwan, ada kemungkinan pihak RRT mengepung dan bukan menghancurkan Taiwan.

Menurut hukum hubungan Taiwan yang diberlakukan pada tahun 1979, apa pun tindakan bukan cara damai untuk menyelesaikan sengketa Laut Taiwan, dinilai sebagai ancaman bagi keamanan dan perdamaian kawasan regional Indo-Pasifik, pihak AS serius memperhatikan situasi ini dan menerapkan sanksi ekonomi dan embargo.

Selama belasan tahun AS menerapkan strategi ambigu, namun tidak berarti pihaknya tidak ikut mencampuri krisis Laut Taiwan, sejak Presiden Joe Biden menjabat sebagai Presiden AS pada bulan Januari tahun lalu, berulang kali mempublikasikan, apabila RRT menyerang Taiwan, maka AS akan membantu pertahanan nasional Taiwan. Dalam acara “60 Minutes” dari Radio CBS (Columbia Broadcasting System) yang disiarkan pada tanggal 18 September, Presiden AS Joe Biden dengan jelas menyampaikan, apabila terjadi serangan maka militer AS akan turun tangan melindungi Taiwan, kemudian dipertegas oleh pejabat pemerintah AS bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak akan pernah berubah.

Karl Thomas menyampaikan, tidak diketahui apakah RRT memilih untuk menginvasi atau mengunci Taiwan, apa pun tindakan yang diambilnya, tanggung jawabnya adalah mempersiapkan dengan matang, dan berharap RRT mengadopsi cara damai untuk menyelesaikan persengketaan ini. Karl Thomas mengatakan, skala AL RRT sangat besar, “jika saja RRT mau, mereka bisa saja mengutus kapal perang untuk mengepung Taiwan”. Ia mengatakan, jika RRT mengunci Taiwan bukan serangan militer yang mematikan, dunia akan turun campur tangan dan bekerja sama memecahkan tantangan ini.

Setelah kunjungan Nancy Pelosi, militer RRT terus menerus menjalani latihan di sekitar Taiwan, meluncurkan pesawat terbang berpeluru melintasi angkasa pulau Taiwan dan perairan kawasan timur. Karl Thomas mengecam tindakan pelepasan rudal oleh militer RRT yang tidak bertanggung jawab, ia beranggapan ada kemungkinan RRT ingin memperkuat kedaulatannya.

Kemampuan tempur terkoodinir dinilai sebagai titik lemah dari Tentara Pembebasan Rakyat. Akan tetapi Karl Thomas mengatakan, dalam hal ini RRT mengalami kemajuan, 4 tahun yang lalu hanya ada pesawat AL yang melintasi perairan, tetapi saat ini pesawat AU juga diluncurkan dan kemampuan tempur gabungan semakin maju.

Komentar

Terbarumore