:::

11 Warga Taiwan yang Terjebak di Kamboja Berhasil Diselamatkan

  • 06 September, 2022
  • 尤繼富
11 Warga Taiwan yang Terjebak di Kamboja Berhasil Diselamatkan
11 Warga Taiwan yang Terjebak di Kamboja Berhasil Diselamatkan

(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini, otoritas Kamboja merilis pernyataan bahwa pihak mereka akan segera membersihkan praktik sindikat perdagangan manusia. Staf penghubung yang ditugaskan oleh Biro Investigasi Kriminal (CIB), Zhan Li-ze (詹利澤) melalui akun di Facebook meminta bantuan kepada Menteri Dalam negeri Kamboja, yakni Sar Kheng. Dalam kurun 2 hari, Zhan Li-ze berhasil membebaskan dan memulangkan 11 warga Taiwan yang terjerumus ke dalam perangkap anggota sindikat.

Berdasarkan informasi yang diterima, masih ada sekitar 500 warga Taiwan yang terjebak di Kamboja, tengah menunggu untuk diselamatkan. Kantor Perwakilan ROC di Ho Chi Minh juga telah berupaya semaksimal mungkin, guna menyelamatkan mereka yang terjebak, salah satunya adalah menempatkan Lin Yueh-hsien (林岳賢) sebagai staf penghubung tetap di kawasan setempat.

Di samping itu, Zhan Li-ze baru-baru ini juga telah mendarat di lokasi untuk membantu penyelamatan.

Jebakan untuk bekerja di Kamboja baru-baru ini menarik perhatian komunitas internasional. Pada bulan Agustus kemarin, Wakil PM Kamboja bersama dengan Mendagri Kamboja yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Anti Perdagangan Manusia, Sar Kheng memerintahkan operasi nasional besar-besaran. Mereka bersumpah untuk menyelamatkan dan mengidentifikasi seluruh korban yang terperangkap dalam jeratan sindikat perdagangan manusia.

Melalui platform medsos Facebook, Zhan Li-ze memberikan data warga Taiwan yang terjebak di Kamboja  kepada Sar Kheng. Sekitar 2 minggu kemudian, total ada 11 warga Taiwan dibebaskan, masing-masing 9 pria dan 2 wanita.

Kepada media CNA, Zhan Li-ze menyampaikan, saat menyelidiki kasus organisasi gangster Bamboo Union yang dicurigai telah memperdagangkan warga Taiwan ke Kamboja, ia pun menemukan beberapa informasi tentang para korban. Akhirnya ia menghubungi para korban yang dipastikan masih terjebak di Kamboja, kemudian menuliskan pesan kepada Sar Kheng.

Zhan Li-ze melanjutkan, pada tanggal 4 September 2022, ada 2 korban yang berhasil kembali ke Taiwan, kemudian disusul 9 lainnya pada tanggal 5 September 2022.

Menurut pengakuan para korban, mereka semua telah tertipu dengan iming-iming gaji tinggi saat bekerja di Kamboja.

Zhan Li-ze melanjutkan, kondisi mental para korban masih belum begitu stabil, mengingat tekanan yang mereka terima saat berada di Kamboja. Ada beberapa dari mereka yang dipukul di hadapan umum, karena melakukan kesalahan sepele.

Di bawah Kebijakan Satu Tiongkok yang diakui oleh pemerintah Kamboja, membuat otoritas Taiwan tidak mudah untuk campur tangan dalam proses penyelamatan. Tetap diimbau dan diingatkan kepada warga Taiwan untuk lebih waspada, terutama saat menelaah informasi atau ajakan untuk bekerja di Kamboja.

Komentar

Terbarumore