:::

Pengaruh Tiongkok Kian Luas, IPAC Menggelar Forum Indo Pasifik

  • 23 August, 2022
  • 尤繼富
Pengaruh Tiongkok Kian Luas, IPAC Menggelar Forum Indo Pasifik
Pengaruh Tiongkok Kian Luas, IPAC Menggelar Forum Indo Pasifik

(Taiwan, ROC) --- Menanggapi tindakan Tiongkok yang terus memperluas pengaruhnya di kawasan regional, Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC) yang diikuti 220 anggota kongres dari 25 negara di dunia mengumumkan pembentukan “Forum Indo-Pasifik” pada tanggal 22 Agustus 2022, dengan tujuan untuk memperkuat kerja sama dengan Taiwan.

IPAC melanjutkan, “Forum Indo-Pasifik” ini adalah pertama kalinya yang dibentuk oleh anggota parlemen multinasional, guna menanggapi ketegangan regional, serta mempromosikan dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan di antara anggota parlemen. Ini berbeda dengan Pacific Islands Forum yang menggelar konferensi mereka setahun sekali atau Asia-Pacific Parliamentary Forum yang juga dianggotai oleh Tiongkok.

IPAC menuturkan, “Forum Indo-Pasifik” ini diprakarsai oleh anggota parlemen dari Jepang, Australia, Selandia Baru dan India. Mereka menantikan anggota parlemen dari negara-negara dunia lainnya, misal Korea Selatan, Taiwan, negara di Kepulauan Pasifik, serta dari Amerika Serikat, Inggris dan Eropa, untuk berpartisipasi dalam pertemuan yang akan digelar forum pada masa mendatang.

Menurut siaran pers yang dirilis, tujuan forum didirikan adalah untuk memperdalam koordinasi dan kerja sama, serta mempertahankan dan mengkonsolidasikan tatanan internasional yang bertumpu pada prinsip kebebasan, demokrasi dan supremasi hukum. Forum ini juga akan memperkuat kerja sama antara anggota, guna mengatasi perluasan pengaruh Tiongkok di kawasan regional.

Selain anggota parlemen India yang memilih absen, anggota parlemen dari Jepang, Australia dan Selandia Baru baru-baru ini mengadakan pertemuan perdana mereka. Setelah pertemuan selesai dihelat, mereka pun merilis pernyataan bersama, yang menyatakan keprihatinan serius terhadap keputusan Kepulauan Solomon untuk menandatangani perjanjian bilateral dengan pemerintah Tiongkok.

Penandatanganan tersebut akan membuka jalan bagi Tiongkok untuk membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa sengketa perbatasan antara Tiongkok dengan negara-negara tetangga juga telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Intimidasi militer yang kerap dilancarkan atas Taiwan telah menjadi contoh buruk terhadap gangguan keamanan di kawasan Kepulauan Pasifik.

Anggota parlemen juga meminta kepada pemerintah Jepang, Australia dan Selandia Baru untuk mengingatkan kepada pemerintah Tiongkok di setiap kesempatan, bahwa setiap upaya militerisasi sangat tidak didukung dan tidak diterima di kawasan Kepulauan Pasifik. Para anggota parlemen juga menekankan bahwa negara penganut paham demokrasi harus selalu bersatu dan saling mendukung, guna menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Komentar

Terbarumore