:::

Wawancara Eksklusif dengan Media CNN, Menlu Joseph Wu: Taiwan akan Membela Demokrasi dan Kebebasan

  • 09 August, 2022
  • 尤繼富
Wawancara Eksklusif dengan Media CNN, Menlu Joseph Wu: Taiwan akan Membela Demokrasi dan Kebebasan
Wawancara Eksklusif dengan Media CNN, Menlu Joseph Wu: Taiwan akan Membela Demokrasi dan Kebebasan

(Taiwan, ROC) --- Dalam wawancara eksklusif dengan media CNN pada tanggal 8 Agustus 2022, Menteri Luar Negeri (MOFA), 吳釗燮 (Joseph Wu) menyampaikan, tingkat ancaman RRT terhadap Taiwan telah meningkat, tetapi Taiwan dengan tegas untuk tetap mempertahankan nilai kebebasan dan demokrasinya sendiri, termasuk salah satunya adalah mempersilakan seluruh pihak untuk berkunjung ke Taiwan.

Media CNN melaporkan, setelah kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, pihak RRT mengumumkan akan melakukan latihan militer di sekitar perairan Taiwan selama 4 hari. Setelah latihan militer tersebut selesai digelar, otoritas RRT kembali mengumumkan akan melanjutkan latihan militer mereka.

Joseph Wu mengatakan, "RRT telah mengancam Taiwan selama bertahun-tahun, dan ancaman tersebut kian serius dalam beberapa tahun belakangan. Terlepas dari kedatangan Nancy Pelosi ke Taiwan, ancaman militer RRT itu selalu ada. Ini adalah fakta yang harus kami hadapi."

Ia juga menuturkan, RRT terus berupaya untuk mengisolasi Taiwan dari komunitas internasional. Menyambut kedatangan sahabat Taiwan dari luar negeri menjadi bagian penting dari strategi pemerintahan Taiwan, terlepas dari apakah hal tersebut akan memicu kemarahan pihak Beijing.

Joseph Wu mengatakan, "(RRT) tidak dapat mendikte Taiwan, menginstruksikan kami untuk tidak boleh menyambut pihak-pihak yang ingin datang ke Taiwan".

Ia kembali melanjutkan, "Saya khawatir jika RRT benar-benar menyerang Taiwan. Namun, apa yang dilakukan oleh RRT terhadap Taiwan selama ini adalah mengintimidasi kami. Cara terbaik untuk merespons adalah dengan memperlihatkan kepada RRT bahwa kami tidak takut".

"Ada banyak pertimbangan perihal keamanan, saat kami tahu kalau Nancy Pelosi mau datang ke Taiwan. Kami sendiri tidak tahu, apakah perjalanan ini akan benar-benar terjadi. Kami juga baru mengetahuinya di saat-saat terakhir," lanjut Joseph Wu.

Menlu Joseph Wu menyampaikan, pihak berwenang Taiwan baru mengetahui bahwa Nancy Pelosi akan berkunjung ke Taiwan pada beberapa hari sebelumnya. Namun demikian, mereka juga tidak mengetahui perihal detail jam dan waktu tiba nya.

Ia melanjutkan, dirinya sangat terkesan saat delegasi Nancy Pelosi tiba di Bandara Songshan kemudian menyapanya. Nancy Pelosi berkata bahwa ia sebenarnya sudah sangat lama menantikan perjalanan ini.

Joseph Wu mengatakan, "Ketika ia pergi, ia tidak hanya mengucapkan selamat tinggal kepada saya, tetapi juga kepada semua staf di darat, personil keamanan dan mereka yang bertanggung jawab atas pekerjaan di bandara."

Saat ditanya oleh media CNN, apakah otoritas AS meningkatkan dukungan mereka kepada Taiwan, selepas kunjungan Nancy Pelosi berakhir, Joseph Wu menjawab, bahwa AS selalu mendukung Taiwan, dan tingkat dukungan kali ini belum pernah ada sebelumnya.

Joseph Wu juga menuduh RRT telah berupaya untuk mengubah status-quo di Selat Taiwan, salah satunya adalah dengan menggelar latihan militer yang jelas-jelas telah melanggar garis tengah.

"Tindakan seperti itu merusak status-quo, menganggu perdamaian dan stabilitas kawasan. Tentu tidak dapat diterima!", lanjutnya.

Joseph Wu melanjutkan, sebelum kunjungan Nancy Pelosi dilakukan, pihak RRT telah beberapa kali berupaya menyatakan bahwa Selat Taiwan adalah bagian dari perairan domestiknya.

Menlu Joseph Wu menyampaikan, RRT terus berupaya untuk memperluas pengaruhnya di seluruh perairan Pasifik Barat, yang mana hal tersebut tentu juga berdampak bagi Taiwan. Namun demikian, ia tetap optimis terhadap isu yang akan berkembang pada masa mendatang.

"Paham demokrasi akan menang. Jika Anda melihat otoritarianisme, mungkin tampah tangguh dan kuat, atau terlihat sangat berkembang. Tetapi pada titik tertentu, itu akan mudah runtuh."

Ketika ditanya oleh CNN, apakah situasi yang terjadi saat ini dapat disebut sebagai krisis, Menlu Joseph Wu menjawab, semua ini seharusnya diserahkan kepada RRT.

"Itu tergantung pada keinginan para pemimpin RRT. Apakah mereka ingin mengembangkan hubungan dengan Taiwan secara damai dan stabil," terang Joseph Wu.

Menlu Joseph Wu melanjutkan, ia tidak tahu apakah para pemimpin RRT telah mengambil keputusan untuk menggunakan kekuatan mereka lalu menyerang Taiwan. Namun, otoritas berwenang di Taiwan tengah meneliti beberapa skenario terhadap kemungkinan terjadinya situasi buruk.

"Yang paling penting bagi kami adalah untuk melakukan persiapan. Kami akan mempertahankan kebebasan dan demokrasi yang kami nikmati selama ini dan tidak ada satu orang pun yang dapat merampasnya dari kami," tegas Menlu Joseph Wu.

Komentar

Terbarumore