:::

Artikel Anggota Legislator Partai KMT di Surat Kabar Washington Post

  • 09 August, 2022
  • 尤繼富
Artikel Anggota Legislator Partai KMT di Surat Kabar Washington Post
Artikel Anggota Legislator Partai KMT di Surat Kabar Washington Post

(Taiwan, ROC) --- Duta Besar RRT untuk Amerika Serikat, Qin Gang (秦剛) menyatakan bahwa Tiongkok memiliki kedaulatan atas Taiwan, yang mana telah sesuai dengan Deklarasi Kairo. Anggota legislator dari Partai Kuomintang, Chen I-hsin (陳以信) menulis di salah satu kolom dalam surat kabar Washington Post, membantah pernyataan itu.

Chen I-hsin menuliskan Republik Tiongkok berada di Taiwan hingga hari ini, dan RRT tidak pernah memerintah Taiwan. "PRC tidak akan pernah menduduki ROC"

Ketua Departemen Urusan Luar Negeri Kantor Kuomintang yang juga adalah seorang anggota legislator, Chen I-hsin menuturkan, ia membantah artikel yang ditulis oleh Duta Besar Qin Gang di surat kabar Washington Post pada tanggal 4 Agustus 2022. Qin Gang mengklaim bahwa berdasar Deklarasi Kairo, maka kedaulatan Taiwan dipegang oleh RRT.

Chen I-hsin menyampaikan, artikel yang ditulisnya juga telah dirilis di Washington Post pada hari ini, dengan judul "Berdiri di Sisi Taiwan". Dalam artikel tersebut, Chen I-hsin menyangkal pernyataan Qin Gang yang sudah salah menafsirkan Deklarasi Kairo dan bisa menyesatkan para pembaca.

Chen I-hsin menyampaikan, istilah Republik Tiongkok dalam Deklarasi Kairo tidak bisa diartikan dengan semena-mena bahwa telah diduduki oleh Republik Rakyat Tiongkok.

Ia melanjutkan, dalam Deklarasi Kairo disebutkan bahwa terdapat wilayah-wilayah yang pernah dicuri Jepang dari China, masing-masing empat provinsi di timur laut, Taiwan dan kepulauan Penghu. Yang mana wilayah ini harus dikembalikan kepada pihak "Republ;ic of China (ROC)". Dan hingga hari ini, pemerintahan ROC masih berada di Taiwan.

Chen I-hsin mengemukakan, Taiwan dihuni oleh 23 juta warga yang menganut paham demokrasi. RRT tidak memiliki alasan untuk membenarkan tindakan "sembrono" dengan meluncurkan rudal ke langit Taiwan. Kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan adalah bentuk dukungan yang diberikan AS kepada Taiwan. Kunjungan Nancy Pelosi juga tidak mengubah Kebijakan Satu Tiongkok yang telah dipatuhi AS semenjak tahun 1979.

Chen I-hsin melanjutkan, bahwa otoritas RRT telah salah menafsirkan kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan dan sudah menanggapinya secara berlebihan. Tindakan yang diambil oleh RRT hanya akan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang selama ini telah menjadi pusat kawasan Indo Pasifik.

Komentar

Terbarumore