:::

Latihan Militer RRT, PM Su: Dunia Mengutuk Aksi Tetangga Jahat yang Memamerkan Kekuatannya

  • 05 August, 2022
  • 陳柏萇
Latihan Militer RRT, PM Su: Dunia Mengutuk Aksi Tetangga Jahat yang Memamerkan Kekuatannya
Latihan Militer RRT, PM Su: Dunia Mengutuk Aksi Tetangga Jahat yang Memamerkan Kekuatannya

(Taiwan, ROC) – Tentara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menggelar latihan militer di 6 kawasan sekitar pulau Taiwan, hal tersebut dibenarkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan, yang mana Tentara Pembebasan Rakyat RRT (PLA) telah menembakkan sebanyak 11 rudal balistik jenis Dongfeng kepada Taiwan pada tanggal 4 Agustus kemarin. Mengenai aksi intimidasi militer Negeri panda, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawawancara saat tengah meninjau kemajuan perencanaan jalur MRT Xidong mengemukakan, masyarakat Taiwan mencintai perdamaian, kebebasan, dan bekerja keras untuk mengembangkan perekonomian, serta berinteraksi dengan negara-negara yang setuju akan kebebasan demokrasi dengan itikad baik.

Su Tseng-chang (蘇貞昌) mengatakan, ”Taiwan telah diakui dengan kebebasan dan demokrasi dalam semua aspek, dan tidak menyangka jika tetangga jahat di sebelah memamerkan kekuatannya di depan pintu kami, serta secara sewenang-wenang merusak jalur laut tersibuk di dunia dengan dalih latihan militer, dan aksi tersebut telah dikutuk oleh negara-negara tetangga dan seluruh dunia.”

PM Su menuturkan, tim keamanan nasional telah memantau dengan cermat tampilan kekuatan serta merespons Negeri Tirai Bambu dengan tepat. Beliau menegaskan kembali, jika tidak akan tunduk di bawah tekanan, serta mengimbau seluruh negara-negara di dunia yang setuju dengan perdamaian, kebebasan, dan demokrasi untuk dapat saling bergandengan tangan, dengan demikian barulah otoritarianisme tidak bertindak gegabah.

Mengenai pihak RRT yang melarang impor produk-produk Taiwan, PM Su menyampaikan, Negeri Panda menggunakan metode politik untuk mengacaukan perekonomian Taiwan, banyak produsen yang satu demi satu pergi setelah melihat Negeri Tirai Bambu tidak berinteraksi sesuai dengan prinsip perdagangan internasional. Oleh karena itu, banyak pengusaha Taiwan yang memilih untuk kembali ke Taiwan, atau berinvestasi di negara lain. PM Su juga mengemukakan, terkait tekanan pihak RRT terhadap produk buah, pertanian, dan perikanan Taiwan, pemerintah Taiwan akan mencoba untuk memperluas lebih banyak pasar dan mengurangi investasi di Negeri Panda, juga mengurangi kerugian pada produsen. Namun dirinya juga berharap agar dapat melakukan hubungan yang saling menguntungkan dengan Negeri Tirai Bambu, dengan ini baru bermanfaat bagi rakyat, serta barulah memiliki nalar bisnis internasional.

Komentar

Terbarumore