:::

CNN: Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan akan Membuat RRT “Gerah”

  • 26 July, 2022
  • 尤繼富
CNN: Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan akan Membuat RRT “Gerah”
CNN: Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan akan Membuat RRT “Gerah”

(Taiwan, ROC) --- Media Amerika Serikat, CNN mewartakan, wacana kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan mungkin akan memicu tanggapan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dari pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT). CNN melanjutkan, namun demikian hal tersebut tidak akan sampai memprovokasi terjadinya konflik militer.

CNN melanjutkan, AS sudah tidak asing dengan respons “tidak puas” RRT terhadap dukungan mereka atas Taiwan, tetapi otoritas Beijing menyampaikan peringatan keras pada pekan lalu menanggapi wacana kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, dan hal ini sepertinya menimbulkan kekhawatiran di pihak Washington.

Setelah wacana perihal kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan terkuak ke publik, pihak Kementerian Luar Negeri RRT menyampaikan pernyataan, bahwa mereka akan mengambil tindakan “tegas dan kuat”, jika kunjungan tersebut benar-benar dilakukan.

Seorang Dosen di School of International Relations di Renmin University of China, Shi Yin-hong (時殷弘) menyampaikan, RRT akan merespons dengan tindakan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ini juga adalah tanggapan terkuat semenjak krisis Selat Taiwan pecah.

Shi Yin-hong mengatakan, “Jika Nancy Pelosi benar-benar datang ke Taiwan, maka AS pasti akan mempersiapkan keperluan militer dengan sebaik-baiknya, guna menanggapi kemungkinan RRT melancarkan pasukan mereka. Situasi antara RRT dengan AS akan menjadi sangat tegang.”

Pada tahun 1997, Ketua DPR AS saat itu, Newt Gingrich berkunjung ke Taipei. Dalam kunjungan di kala itu, Newt Gingrich juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Presiden Taiwan di kala itu, Lee Teng-hui (李登輝). Newt Gingrich adalah Ketua DPR AS pertama yang berkunjung ke Taiwan.

Baru-baru ini, Newt Gingrich juga mengunggah cuitan di akun Twitternya mengkritik RRT, yang dianggapkan tidak bisa mengontrol atau mengatur jadwal kunjungan Ketua DPR AS.

Ia menuliskan, “Ketua DPR Nancy Pelosi harus memimpin tim delegasinya untuk berkunjung ke Taiwan. Saya adalah pejabat tertinggi AS yang pernah mengunjungi Taiwan. Mantan anggota Kongres, John Dingell bersama dengan anggota partai demokrat lainnya bergabung dalam tim yang dibentuk oleh Partai Republik. Partai Komunis RRT tidak dapat mendikte wacana perjalanan DPR AS”.

Peneliti Sekolah Kebijakan Publik Universitas Nasional Singapura, Drew Thompson saat diwawancara menyampaikan, “Di bawah kendali Xi Jin-ping, pihak berwenang Beijing telah berubah menjadi rezim yang sama sekali berbeda. Saat ini, RRT berada dalam kondisi yang lebih tegas, yang bisa membebankan “biaya” atau konsekuensi bagi negara-negara dengan kebijakan yang tidak memperhitungkan kepentingan RRT.”

Ia melanjutkan, situasi RRT saat ini sangat berbeda dengan saat dimana Newt Gingrich mengunjungi Taiwan pada tahun 1997.

Newt Gingrich juga menyebutkan, krisis lain yang tengah dihadapi oleh RRT termasuk perlambatan ekonomi dalam negeri, mandeknya investasi properti, meningkatnya angka pengangguran dan kesulitan mempertahankan “pembersihan” dalam menangani penyebaran COVID-19.

“Jadi saya rasa, apa pun yang akan dilakukan oleh mereka, pasti akan diperhitungkan dengan sematang-matangnya. Mereka pasti akan mencoba untuk memberi lebih banyak tekanan kepada Taiwan, tetapi di satu sisi saya pikir, RRT tidak akan melancarkan sesuatu yang fatal, yang mana akan menciptakan situasi yang tidak dapat mereka tangani sendiri.”

Shi Yin-hong juga setuju dengan pendapat itu, bahwa ketegangan antara AS dengan RRT tidak akan meningkat menjadi konflik militer dalam skala penuh.

“Kecuali hal-hal tidak terduga di luar kendali pecah, maka tidak ada kemungkinan terjadi konflik militer dengan AS,” demikian tambahnya.

Komentar

Terbarumore