:::

AS Mendesak G20 untuk Membuka Jalur Laut Guna Mengirim Pasokan Makanan ke Ukraina

  • 06 July, 2022
  • 尤繼富
AS Mendesak G20 untuk Membuka Jalur Laut Guna Mengirim Pasokan Makanan ke Ukraina
AS Mendesak G20 untuk Membuka Jalur Laut Guna Mengirim Pasokan Makanan ke Ukraina

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 5 Juli 2022, seorang pejabat senior AS menyampaikan, isu ketahanan pangan dan sumber daya energi menjadi topik penting yang akan dibicarakan pada pertemuan G20 di Bali, Indonesia mendatang. Negara anggota G20 harus bersikeras meminta pihak Rusia untuk mendukung upaya PBB dalam membuka kembali jalur laut yang selama ini terblokir karena perang di Ukraina. Asisten Menlu AS untuk Urusan Ekonomi dan Perdagangan, Ramin Toloui menyampaikan, Menlu Antony Blinken akan berpidato di depan perwakilan negara anggota G20 untuk membahas masalah keamanan sumber energi.

Ramin Toloui menambahkan, negara anggota G20 harus meminta pertanggungjawaban kepada Rusia, serta bersikeras mendukung upaya berkelanjutan PBB untuk membuka kembali jalur laut guna mengirim pasokan makanan. Ramin Toloui juga mengacu pada inisiatif pengiriman makanan dan bahan pupuk dari Ukraina dan Rusia ke negara-negara lainnya di dunia. Ramin Toloui menambahkan, Antony Blinken akan menyampaikan poin penting ini pada pertemuan G20, atau saat menggelar diskusi bilateral dengan negara anggota G20.

Dalam konferensi pers yang sama, Asisten Menlu AS untuk Urusan Asia-Pasifik, Daniel Kritenbrink menyampaikan, Menlu Antony Blinken dijadwalkan akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu RRT, Wang Yi (王毅), di sela-sela konferensi G20. Antony Blinken diprediksi akan menyampaikan beberapa poin-poin penting perihal kondisi yang terjadi di Ukraina kepada Wang Yi. Daniel Kritenbrink melanjutkan, ini akan menjadi kesempatan lain bagi AS untuk mengkomunikasikan perihal apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan RRT dalam menanggapi konflik yang terjadi di Ukraina.

Setelah menginvasi Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022 lalu, pihak Rusia dan RRT mengumumkan pembentukan jalinan kemitraan yang “tidak terbatas” antar keduanya. Dan menurut pernyataan dari salah seorang pejabat AS, hingga hari ini RRT belum mengikuti pemberian sanksi internasional yang diusung oleh pemimpin AS. Pada saat yang sama, RRT juga tidak memasok peralatan persenjataan kepada Rusia. Namun demikian, RRT diketahui menolak untuk mengutuk keputusan Rusia dalam menginvasi Ukraina, dan mengkritik pemberian sanksi terhadap Rusia oleh bangsa Barat. Pejabat bersangkutan juga telah memperingatkan konsekuensi dan sanksi ekonomi serius yang akan diperoleh RRT, jika mereka memberikan pasokan persenjataan militer kepada Rusia.

Komentar

Terbarumore