:::

Survei Sistematis Pelecehan Seksual Anak, Komnas HAM Minta Kesediaan Korban Ungkap Kasus

  • 04 July, 2022
  • 尤繼富
Survei Sistematis Pelecehan Seksual Anak, Komnas HAM Minta Kesediaan Korban Ungkap Kasus
Survei Sistematis Pelecehan Seksual Anak, Komnas HAM Minta Kesediaan Korban Ungkap Kasus

(Taiwan, ROC) -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Taiwan pada hari Rabu ini (4/7) mengumumkan program mekanisme survei isu instansi penampungan anak-anak dan pelecehan seksual di sekolah, berdasarkan hasil pendataan, laporan kasus pelecehan tahun lalu ada 7.787 kasus, diantaranya korban yang belum genap usia 18 tahun ada 4.520 kasus, mencatat 55,3% lebih dari separuh. Komnas HAM membentuk survei skala besar untuk mendata isu HAM secara sistematik, mendengar suara pihak korban dan mengidentifikasikan permasalahan secara struktural.

Ketua Komnas HAM Chen Chu (陳菊) mengatakan, “Kasus demikian berkemungkinan menyebabkan mereka hidup dalam rasa sakit hati dan keterpurukan sepanjang hidupnya, ini membuat kami sangat sedih, tidak rela. Mengapa bisa terus terulang kasus kejadian anak yang mengalami pelecehan berat, ini menjadi hal yang paling ingin diketahui Komnas HAM dan akan mengklarifikasikan permasalahan ini.”

Anggota Komnas HAM Chang Chu-fang(張菊芳) mengatakan, kasus pelecehan seksual anak di sekolah atau lembaga, menghadapi masalah ditutup-tutupi, barang bukti dirusak atau dilaporkan tetapi tidak segera ditindaklanjuti, ada tindakan yang tidak semestinya, semua ini bukan lagi per kasus, maka wajib diselesaikan secara sistematis dan struktural, berharap melalui pengalaman yang terjadi pada korban pelecehan seksual bisa dimanfaatkan untuk mencari kekurangan yang ada agar tindakan pencegahan nyata dan mampu meningkatkan perlindungan keamanan anak dalam sekolah atau lembaga.

Program survei ini diharapkan setidaknya mencatat 500 per orang per kali, mencakup wawancara langsung 100 orang, wawancara tertulis dan via telepon 400 orang, diprakirakan hasil survei akan diumumkan bulan Juli tahun depan. Anggota Komnas HAM Tien Chiu-chin (田秋堇) dalam rapat membacakan tulisan pengakuan dari seorang korban pelecehan seksual yang tinggal di AS, yang menceritakan 25 tahun yang lalu dilecehkan oleh guru sekolah. Tien mengatakan, ia mengetahui bahwa beberapa korban ini pernah dilukai oleh orang yang dipercayai, selang waktu yang lama baru diungkapkan, sangatlah tidak mudah, akan tetapi jika tidak diungkapkan maka pemerintah sulit mencari tahu permasalahan yang terjadi dan tidak bisa memecahkan permasalahan dan pelaku-pelaku ini berkemungkinan tetap bisa melukai orang lain.

Komentar

Terbarumore