:::

Evaluasi Independen CEDAW ke-4 Sisipkan Isu Pandemi, Kekerasan Gender Online

  • 30 June, 2022
  • 鄭蕙玲
Evaluasi Independen CEDAW ke-4 Sisipkan Isu Pandemi, Kekerasan Gender Online
Evaluasi Independen CEDAW ke-4 Sisipkan Isu Pandemi, Kekerasan Gender Online(foto:CNA)

(Taiwan, ROC) Yuan Eksekutif pada bulan Maret tahun ini pernah mengeluarkan laporan nasional mengenai “Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita untuk ke-4 kalinya, Komnas HAM pada hari Kamis ini (30/6) mengusung evaluasi independen. Mengenai akibat pandemi COVID-19, dengan 25 usungan yang mencakup kekerasan gender dan hak mendapat bantuan hukum, keseimbangan pekerjaan dan kehidupan rumah tangga, pekerja migran sektor rumah tangga, kaum wanita yang kurang beruntung, pengakuan identitas gender dan aspek lainnya. Ketua Komnas HAM Chen Chu saat memberikan sambutan menyampaikan, evaluasi independen dilakukan di bawah pengawasan dewan komisi dari  Chi Hui-jung (紀惠容) dan Kao Yung-cheng 高涌誠(), selain mengumpulkan isu terkait dengan hak perempuan yang diperhatikan dunia, juga akan mempelajari laporan dari Yuan Eksekutif dan Yuan Yudisial yang dinilai masih kurang, berharap akhir bulan November saat peninjauan internasional  bisa membuat komite peninjau semakinjelas dengan situasi perkembangan HAM perempuan dan kesetaraan gender di Taiwan.

Chen Chu mengatakan, evaluasi independen kali ini, kami berorientasi pada usungan yang disampaikan komite peninjau internasional ketiga kali sebelumnya, untuk isu yang belum mendapat perbaikan sepenuhnya, juga akan mengusung isu baru, misalkan situasi pandemi COVID-19, kekerasan berbasis gender online, dan dampaknya terhadap hak perempuan.”

Selain disarankan program santunan bagi yang cuti kerja tanpa gaji untuk mengasuh anak, meningkatkan tambahan pendapatan riil, merencanakan program “ cuti jangka panjang tetap digaji” menjadi peraturan, secara aktif merevisi persyaratan ketenagakerjaan sebagai jaminan bagi pekerja migran agar mendapat perlakuan yang setara; mempelajari pekerja migran sektor rumah tangga dimasukkan dalam mekanisme layanan perawatan jangka panjang, lebih seksama memonitor kasus kekerasan yang terjadi bagi pekerja migran, segera melakukan revisi peraturan guna menjamin pekerja migran wanita.

Dari sisi kesetaraan gender, Komnas HAM juga menyarankan segera melakukan revisi, persyaratan registrasi perubahan gender sebagai patologi, secara aktif menghilangkan diskriminasi sosial terhadap kaum interseks, secara aktif merevisi UU pernikahan antar sesame jenis lintas negara, mempromosikan peraturan terkait adopsi dan mengusung agenda yang lebih spesifik.

Komentar

Terbarumore