:::

Menlu Inggris: Kalahkan Rusia Terlebih Dahulu, Barulah Kita Berbicara.

  • 30 June, 2022
  • 鄭蕙玲
Menlu Inggris: Kalahkan Rusia Terlebih Dahulu, Barulah Kita Berbicara.
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss (foto: AFP)

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 29 Juni 2022, Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss menyampaikan bahwa pihak RRT (Republik Rakyat Tiongkok) tengah memantau situasi yang berkembang di Rusia. Tidak menutup kemungkinan, jika RRT akan salah dalam melangkah dikarenakan evaluasi yang tidak benar. Liz Truss menambahkan, Inggris bersama sekutunya harus lebih waspada dalam menanggapi situasi yang berkembang akibat agresi Rusia ke Ukraina.

Ia menuturkan, saat ini ada baiknya untuk terlebih dahulu memastikan kekalahan di pihak Rusia. Liz Truss mengimbau, “Kalahkan Rusia terlebih dahulu, barulah kita berbicara”.

Liz Truss menyampaikan, pecahnya perang antar Rusia dengan Ukraina mungkin disebabkan oleh kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin. Oleh karena itu, dunia internasional sudah sepatutnya membantu Taiwan untuk memastikan kemampuan pertahanan diri, serta memprioritaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Liz Truss menambahkan, Inggris berkomitmen untuk memastikan Taiwan agar disertakan dalam pertemuan organisasi dunia, serta memperkukuh hubungan ekonomi kedua belah pihak. Pada saat yang sama, juga akan mempertimbangkan keamanan saat hubungan keduanya terjalin kian erat.

Pada akhir bulan April lalu, Liz Truss menyampaikan pidato kebijakan luar negerinya di Ibukota London, serta menyerukan untuk membentuk kembali mekanisme pertahanan dunia dengan mengintegrasikan “Hard Power” dan keamanan ekonomi.

Saat menghadiri KTT NATO di Madrid, Spanyol, Liz Truss dijadwalkan akan mengusung ide-ide baru, serta fokus membahas tantangan keamanan yang ditimbulkan akibat kebangkitan RRT. Liz Truss menyampaikan, isu RRT tidak hanya terkait kawasan Indo-Pasifik, melainkan akan berdampak pada wilayah Eropa hingga ke trans-atlantik.

Dalam pertemuan panel di KTT NATO, Liz Truss menyampaikan, hubungan kerja sama antar Rusia dengan RRT terjalin kian erat. Pada saat yang sama, RRT juga telah memperluas kemampuan militer serta pengaruh globalnya, termasuk “pemaksaan ekonomi perdagangan”.

Ketergantungan bangsa Eropa terhadap minyak dan gas alam Rusia, telah membuat Rusia berpikir lebih mudah untuk melakukan agresi terhadap Ukraina. Menilik strategi yang diambil Rusia, maka bangsa-bangsa lain harus mengurangi penerapan strategi ketergantungan yang berlebihan terhadap RRT.

Inilah sebabnya mengapa perlu memastikan para sekutu di kawasan Pasifik Selatan, Asia Tenggara, Afrika, dan Karibia, memiliki opsi investasi ekonomi perdagangan yang kuat selain RRT.

Menanggapi serangan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022 lalu, Liz Truss menyampaikan, memastikan kekalahan di pihak Rusia penting adanya. Ini adalah satu-satunya cara untuk menciptakan situasi perdamaian di Benua Eropa.

Beberapa pihak percaya bahwa kedua belah pihak dapat memulai negosiasi perdamaian sebelum tentara Rusia benar-benar meninggalkan Ukraina, tetapi Liz Truss beranggapan lain. Liz Truss mengingatkan, semua ini dicemaskan hanya akan mendatangkan “perdamaian semu” dan bahkan berujung pada tindakan agresi yang lebih fatal.

Ia mencontohkan, setelah Rusia mengambil paksa kawasan Crimea dan menduduki bagian timur Ukraina pada tahun 2014, sebuah perjanjian yang dikenal dengan sebutan Kesepakatan Minsk pun lahir.

Dalam kesepakatan tersebut tertulis bahwa otoritas Kyiv diminta untuk melakukan gencatan senjata demi perdamaian bersama. Namun, siapa yang sangka jika pada tahun ini, sebuah invasi dengan skala lebih besar, malah dilancarkan oleh pihak Rusia.

Di akhir pertemuan, Liz Truss pun menyerukan, “Kalahkan Rusia terlebih dahulu, barulah kita berbicara”.

Komentar

Terbarumore