:::

Memberantas Praktik Penangkapan Ikan Ilegal, AS akan Bekerja Sama dengan Taiwan dan Vietnam

  • 28 June, 2022
  • 尤繼富
Memberantas Praktik Penangkapan Ikan Ilegal, AS akan Bekerja Sama dengan Taiwan dan Vietnam
Memberantas Praktik Penangkapan Ikan Ilegal, AS akan Bekerja Sama dengan Taiwan dan Vietnam

(Taiwan, ROC) --- Hari ini, Amerika Serikat menyampaikan, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Vietnam dan Taiwan dalam menghentikan aksi penangkapan ikan secara ilegal.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menggelar konferensi besar di Portugal, mendiskusikan perihal bagaimana menghidupkan kembali kondisi kelautan yang sehat. Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden juga menandatangani nota kesepahaman, guna memperkuat koordinasi dan penegakan hukum di tubuh pemerintahan AS dalam memerangi fenomena kerja paksa dan penangkapan ikan secara ilegal.

Otoritas Gedung Putih menyampaikan, AS juga merencanakan perluasan kerja untuk menentang aksi IUU (Illegal, unreported and unregulated, IUU) dengan negara-negara lain, seperti Panama, Ekuador, Senegal, Taiwan dan Vietnam.

Salah seorang pejabat pemerintah menyampaikan, kerja sama kali ini akan mencakup “pembangunan kemampuan”, yang mana merupakan bagian dari strategi yang ada. Kepada media, pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut mengujar, AS menyebut nama-nama negara di atas dikarenakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dalam memerangi praktik penangkapan ikan ilegal di kawasan masing-masing.

Di lain pihak, Vietnam diberitakan juga memiliki perselisihan maritim yang pelik dengan Beijing, mengingat RRT seringkali mengklaim sebagian besar kawasan Laut Tiongkok Selatan. Selain itu, RRT juga diketahui sering menegakkan aturan penangkapan ikan secara sepihak.

Pejabat lainnya menyebutkan, meski tidak menargetkan negara tertentu, tetapi AS menunjuk RRT yang selama ini dianggap telah melakukan praktik penangkapan ikan ilegal. Di samping itu, RRT juga diketahui berupaya menghalangi organisasi internasional dalam mengembangkan langkah-langkah untuk memerangi aksi IUU dan penangkapan ikan secara berlebihan

Menurut laporan yang dihimpun oleh Environmental Justice Foundation, RRT sejauh ini adalah negara terbanya di dunia yang memiliki armada penangkapan ikan. Namun demikian, pemberitaan negatif atau keluhan terhadap penyalahgunaan hak pekerja kerap kali terjadi.

Salah satu kelompok advokasi Inggris mengatakan, kru kapal asal Indonesia dan Ghana yang bekerja di kapal berbendera RRT kerap kali dipaksa untuk lembur dan tidak dibayar, atau bahkan harus menerima perlakuan kasar. Belum lagi dengan kondisi persiapan makanan di dalam kapal yang buruk, sehingga tidak jarang banyak awal kapal yang harus menderita penyakit diare.

Komentar

Terbarumore