:::

Rapat Diskusi PLTA Lepas Pantai Taiwan-Uni Eropa Mencakup Pandemi dan Pengembangan Blok

  • 22 June, 2022
  • 尤繼富
Rapat Diskusi PLTA Lepas Pantai Taiwan-Uni Eropa Mencakup Pandemi dan Pengembangan Blok
Rapat Diskusi PLTA Lepas Pantai Taiwan-Uni Eropa Mencakup Pandemi dan Pengembangan Blok

(Taiwan, ROC) – Kementerian Perekonomian, Kantor Dagang dan Ekonomi Uni Eropa dan Kantor Perwakilan Negara Anggota Uni Eropa yang ada di Taiwan pada hari Senin tanggal 20 Juni menggelar rapat diskusi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, dengan mengfokuskan kepada peraturan pencegahan penularan pandemi di lahan PLTA, membahas pengembangan blok tahap ke tiga, strategi pengembangan “PLTA mengapung” yang ada di Taiwan. Menteri Perekonomian Wang Mei-hua dalam kata sambutannya tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Eropa atas isu yang diangkat, sehingga mampu menjadi tali pengikat yang erat dalam hubungan kerjasama perekonomian Taiwan dan Eropa.

Dalam pers rilis yang diluncurkan oleh Kementerian Perekonomian pada hari Selasa tanggal 21 Juni menyebutkan jika rapat diskusi isu tentang PLTA lepas pantai Taiwan dan Uni Eropa adalah yang ke dua kalinya, yang dipimpin langsung oleh Huang Mei-hua dan Jean-Francois Casabonne-Masonnave Direktur French Office in Taipei.

Wang Mei-hua menjelaskan jika Uni Eropa adalah mitra kerja penting Taiwan dalam bidang perdagangan, terlebih-lebih untuk bidang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, kedua belah pihak sama-sama memiliki banyak pengalaman sukses dalam hal tersebut. Pihak Uni Eropa yang mengajukan ide pembahasan tepat pada waktunya, dan tentu akan mampu memberikan hasil yang positif bagi semua pihak. Pihak MOEA menjelaskan jika dalam rapat diskusi tersebut Taiwan dan Uni Eropa membahas secara mendetail langkah pencegahan penularan selama pandemi di lahan proyek PLTA terkait, termasuk langkah cepat tanggap untuk penanganan darurat. Selain itu kedua belah pihak juga membahas sistem pemilihan peluang pengembangan blok tahap ke tiga, serta strategi pengembangan “PLTA mengapung” di Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Perekonomian juga banyak memberikan tanggapan yang lebih spesifik, misalnya regulasi pencegahan pandemi di lahan PLTA, dimana juga telah disesuaikan agar konsisten dengan langkah pencegahan pandemi dalam negeri. Jika kapal asing dikarantina dan diubah menjadi kapal berisiko rendah, mereka akan dianggap sebagai perluasan komunitas domestik, dan peraturan karantina domestik yang relevan dapat diterapkan. Di bagian pengembangan blok, pihak MOEA menyatakan bahwa sebelumnya telah banyak digelar interaksi pertukaran pendapat dan pandangan dengan berbagai negara dan pelaku industri lokal, dan ada banyak konsensus tentang tahap pengaturan pemilihan peluang bisnis saat ini. Pihaknya akan terus mengumpulkan saran-saran eksternal sebagai acuan untuk perumusan mekanisme seleksi bisnis pada tahap selanjutnya.

Kementerian Perekonomian menyebutkan bahwa untuk memastikan pengembangan yang berkesinambungan untuk PLTA lepas pantai di Taiwan, telah mulai mengembangkan rencana PLTA terapung, melakukan penelitian kebijakan luar negeri dan pengumpulan kasus, dan berharap dapat turut serta mempromosikan pengembangan PLTA terapung di Taiwan melalui pengalaman yang ada dengan negara lainnya. Pihak Uni Eropa menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pertukaran dan kerjasama dengan pihak Taiwan. Kementerian Perekonomian menyatakan bahwa Taiwan akan menyelesaikan pemasangan lebih dari 200 turbin angin lepas pantai pada akhir tahun ini. Diyakini bahwa pasar tenaga angin yang sehat dapat mempromosikan kerjasama yang erat dengan perusahaan tenaga angin asing dan meningkatkan SDM terkait, membangun rantai pasokan di kawasan Asia dan memastikan posisi Taiwan dalam kebutuhan pasar PLTA lepas pantai.

Komentar

Terbarumore