:::

UNHCR Memperingatkan Krisis Gandum Memperburuk Pengungsi Global

  • 18 June, 2022
  • 譚雲福
UNHCR Memperingatkan Krisis Gandum Memperburuk Pengungsi Global
UNHCR Memperingatkan Krisis Gandum Memperburuk Pengungsi Global

(Taiwan, ROC) – Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi PBB (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) dalam laporan yang dikeluarkan pada hari Kamis tanggal 16 Juni menunjukkan, perang Rusia dan Ukraina menimbulkan krisis keamanan pangan gandum, hal ini akan mengakibatkan semakin banyak warga dari negara miskin yang meninggalkan negaranya atau terjadi perpindahan internal di negara bersangkutan sehingga akan mengakibatkan angka pengungsi global akan semakin tinggi.

Laporan mengemukakan, hingga akhir tahun 2021 pengungsi global dengan alasan menghindari bahaya, bentrokan, penyiksaan dan kekerasan sudah mencapai 89,3 juta jiwa. Setelah itu terjadi perang Rusia dan Ukraina sehingga kembali menimbulkan jutaan pengungsi dari Ukraina atau perpindahan internal. Selain itu dipengaruhi dengan kendala ekspor impor gandum, mengakibatkan naiknya harga bahan pangan, yang juga mendorong banyaknya perpindahan penduduk. 

Ketua Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk UNHCR, Filippo Grand mendeskripsikan jumlah pengungsi dengan “Sangat mengejutkan orang” yang berarti jika masalah ini tidak secepatnya ditangani maka akan dapat menimbulkan kehancuran

Filippo Grand menyampaikan, untuk Kawasan Sahel, Benua Afrika, karena meningkat tingginya harga barang dan terjadinya pemberontakan sehingga semakin banyak penduduk yang meninggalkan tempat tersebut.

Dalam laporan UNHCR menyebutkan, dilihat secara keseluruhan, perpindahan internal terus bertambah selama 10 tahun terakhir ini, angka perpindahan sekarang ini sudah mencapai 2 kali lipat dari tahun 2012 yang sebanyak 42.7 juta penduduk. 

Filippo Grand juga mengkritik data dari Ukraina, bahwa program dana bantuan pengungsi tidak mencukupi yang namanya fenomena “monopoli” yang muncul. Filippo Grand mengingatkan, “Tidak seharusnya Ukraina membuat kita melupakan krisis lainnya.” Dia juga mengungkit bahwa telah terjadi bentrokan di Gambia selama 2 tahun ini, juga terjadi masalah kekeringan di Horn of Afrika, yang menunjukkan bahwa respons “tidak adil” dari Uni Eropa terhadap pengungsi.

Komentar

Terbarumore