:::

Menlu Antony Blinken Mengkritik Tindakan RRT Terhadap Taiwan

  • 15 June, 2022
  • 尤繼富
Menlu Antony Blinken Mengkritik Tindakan RRT Terhadap Taiwan
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken

(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah wawancara eksklusif, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengkritik tindakan RRT terhadap Taiwan dalam beberapa tahun belakangan, yang dianggap berpotensi berbahaya dan mengganggu stabilitas kawasan. Ia mengatakan, agresi Rusia terhadap Ukraina mendapat pemboikotan dari banyak negara, oleh karena itu RRT seharusnya bersikap lebih waspada. Menlu Antony Blinken menegaskan kembali bahwa AS akan membantu Taiwan dalam melawan aksi agresi RRT. 

Antony Blinken menerima wawancara eksklusif dalam sebuah program “NewsHour” di stasiun televisi PBS. Wawancara tersebut membahas isu-isu terkini, seperti perang Ukraina – Rusia, serta situasi lintas selat dan rencana kunjungan Presiden Joe Biden ke Timur Tengah pada bulan Juli mendatang.

Ketika ditanya tentang berkurangnya kemungkinan RRT menginvasi Taiwan, Menlu Antony Blinken menjawab, pihaknya tidak dapat berspekulasi perihal apa yang akan atau tidak dilakukan oleh RRT di masa mendatang. AS lebih berfokus pada implementasi langkah, sehingga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pihak Beijing.

Antony Blinken menuturkan, kebijakan AS terhadap jalinan hubungan dengan Taiwan tidak pernah berubah selama bertahun-tahun. AS berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan status quo yang dilakukan secara sepihak.

Dia juga menyayangkan sikap RRT yang kian represif, baik di dalam maupun luar negeri, terutama dalam 10 tahun belakangan. Hal tersebut tentu akan berpotensi buruk bagi kestabilan kawasan Taiwan.

Antony Blinken juga menyarankan agar Beijing mempertimbangkan sikap dunia internasional terhadap agresi Rusia ke Ukraina. Ia mengatakan, “Begitu banyak negara bersatu melawan agresi Rusia. Di samping itu, mereka juga memastikan bahwa Ukraina memperoleh dukungan yang diperlukan. Dan Rusia harus membayar mahal semua ini. Ini yang saya rasa harus dipikirkan oleh RRT terutama dalam bertindak di masa mendatang.”

Saat invasi paksa RRT terjadi , apakah AS akan mengirim pasukannya untuk membela Taiwan? Menanggapi pertanyaan tersebut, Antony Blinken tidak memberikan jawaban yang jelas. Ia menegaskan kembali, AS akan terus mematuhi komitmen mereka untuk membantu Taiwan dalam membela pertahanan nasional. AS akan mengikuti “Kebijakan Satu Tiongkok”, dan mematuhi “UU Hubungan Taiwan” pada saat yang sama.

Seluruh tanggung jawab untuk memastikan pertahanan Taiwan akan bertumpu pada kebijakan yang ada. Dengan demikian kemampuan pertahanan diri Taiwan dapat meningkat secara efektif, dalam melawan aksi agresi.

Komentar

Terbarumore