:::

MOFA: Selat Taiwan Adalah Perairan Internasional

  • 14 June, 2022
  • 尤繼富
MOFA: Selat Taiwan Adalah Perairan Internasional
MOFA: Selat Taiwan Adalah Perairan Internasional

(Taiwan, ROC) --- Otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) secara resmi menyatakan bahwa Selat Taiwan bukan bagian dari perairan internasional. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) merilis pernyataan pada tanggal 14 Juni 2022, dengan tegas membantah kekeliruan fatal dari RRT di atas.

Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) menyampaikan, Selat Taiwan adalah perairan internasional, otoritas RRT sekali lagi mengabaikan klaim yang ditetapkan oleh Taiwan. Bantahan tersebut sangat tidak masuk akal dan memiliki muatan niat untuk mengecilkan peran Selat Taiwan, yang selama ini memiliki peran penting bagi Zona Ekonomi Eksklusif.

Joanne Ou mengatakan, “MOFA menekankan, tindakan RRT untuk mengecilkan peran dari Selat Taiwan tidak akan membantu dalam mengurangi ketegangan yang terjadi saat ini. Taiwan akan terus menggalang kerja sama dengan AS dan negara sehaluan, untuk bersama-sama membela tatanan internasional yang berbasis pada aturan, serta mempromosikan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran, baik di Selat Taiwan maupun di Indo Pasifik.”

Beberapa saat lalu, Rusia merilis pernyataan bahwa “Perihal RRT dengan Taiwan tidak dapat ditawar”. Menanggapi hal tersebut, Joanne Ou menyampaikan, pemerintah Rusia telah memutarbalikkan fakta dan merendahkan status kedaulatan ROC. Atas pernyataan Rusia, MOFA menyatakan protes dan kecamannya.

Joanne Ou menuturkan, ROC Taiwan dengan RRT tidak saling tunduk antar satu dengan yang lain, RRT tidak pernah memerintah Taiwan. Hanya pemerintah yang dipilih secara bebas oleh rakyat Taiwan, yang dapat mewakili Taiwan di dunia internasional.

Joanne Ou mengatakan, “Kami akan terus memperdalam kerja sama dengan negara yang memiliki visi serupa, yakni berpegang dan mempertahankan nilai demokrasi kebebasan. Dengan demikian, dapat mencegah persatuan antara otoritarianisme antar Rusia dengan RRT, yang hanya akan merugikan prinsip demokrasi dan perdamaian dunia.”

Beberapa hari lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Luar Negeri RRT, Yang Jie-chi (楊潔篪) di Luksemburg. Menanggapi hal tersebut, Joanne Ou menyampaikan, Taiwan memiliki dasar kepercayaan yang kuat dengan AS, komunikasi yang terjalin antar keduanya juga semakin erat. AS juga telah memberitahu pihak Taiwan tentang pertemuan dan hasil yang dicapai di Luksemburg kemarin.

Komentar

Terbarumore